Sosok Pendiri Taman Safari Indonesia yang Dilaporkan Eks Pemain Oriental Circus Indonesia Kerap Melakukan Kekerasan Ekstrem

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 18 April 2025 | 19:07 WIB
Frans Manansang (Tengah Batik Oranye) saat Merayakan HUT RI ke-79 di Taman Safari Indonesia (tamansafari.com)
Frans Manansang (Tengah Batik Oranye) saat Merayakan HUT RI ke-79 di Taman Safari Indonesia (tamansafari.com)

NARASIDATA.COM - Nama Frans Manansang, salah satu tokoh penting di balik pendirian Taman Safari Indonesia (TSI), mendadak menjadi perhatian luas warganet. 

Namanya kembali mencuat setelah muncul pengakuan dari para mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) yang menuduh adanya praktik kekerasan dan pelecehan selama mereka berada di bawah naungan sirkus tersebut.

Dugaan kekerasan yang diungkap oleh para eks pemain sirkus itu tidak hanya menyasar sistem kerja keras yang mereka jalani, tapi juga menyebut langsung nama Frans Manansang sebagai pelaku kekerasan fisik, bahkan pelecehan.

Baca Juga: Eks Pemain Sirkus Taman Safari Mengaku Disiksa Saat Kerja: Diseret, Disetrum, hingga Dikurung di Kandang Macan

Frans sendiri dikenal sebagai anak dari Hadi Manansang, pendiri utama Taman Safari Indonesia. 

Ia memiliki dua saudara, Jansen Manansang dan Tony Sumampau, yang juga turut terlibat dalam pengembangan lembaga konservasi tersebut. 

Ketiga bersaudara ini bahkan sempat mendokumentasikan perjalanan mereka dalam buku berjudul “Tiga Macan Safari: Kisah Sirkus Ngamen Sebelum Permanen”

Baca Juga: Pilu Korban Dugaan Eksploitasi Sirkus Taman Safari: Dipekerjakan Sejak Kecil, Tak Tahu Identitas Aslinya hingga Dewasa

Buku itu memuat kisah tentang perjuangan Hadi dan ketiga putranya dalam membangun TSI dari nol.

Namun, bayang-bayang sukses tersebut kini dibayangi oleh tuduhan-tuduhan serius. 

Salah satu mantan pemain sirkus yang mengaku menjadi korban kekerasan fisik adalah Vivi. 

Baca Juga: Cerita Korban Dugaan Kekerasan Eks Pemain Sirkus Taman Safari: Kaki Dirantai saat Show Tak Bagus

Ia menyatakan bahwa perlakuan tidak manusiawi yang ia alami berasal langsung dari Frans Manansang.

"Saya kabur karena sering disiksa, disuruh latihan, dipukulin,” ujar Vivi dalam keterangan Saat orang-orang tidur, saya tetap disuruh latihan, akhirnya jam 1 malam saya nekat kabur sendirian dari rumah Pak Frans,” ujar Vivi dalam sebuah pernyataan kepada media dikutip dari Instagram Wamen HAM, Mugiyanto pada Rabu, 16 April 2025.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X