Ledakan Amunisi di Garut Tewaskan 9 Warga Sipil, Dedi Mulyadi Ungkap Ada Korban yang Telah Bekerja Selama 10 Tahun

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 15 Mei 2025 | 07:08 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Instagram.com/@dedimulyadi71)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Instagram.com/@dedimulyadi71)

NARASIDATA.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi meninjau langsung lokasi peristiwa ledakan amunisi tak layak pakai Puspalad TNI AD yang memakan 13 korban jiwa di Garut, pada Selasa, 13 Mei 2025.

Peristiwa yang menewaskan 9 warga sipil dan 4 anggota TNI itu berlokasi di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jabar, pada Senin, 12 Mei 2025 sekitar pukul 09.30 WIB.

Terkait insiden itu, Dedi mengungkap rasa empatinya terhadap para keluarga korban yang teridentifikasi meninggal dunia di RS Pameungpeuk, Garut.

Baca Juga: Kemendiktisaintek Buka Suara Mengenai Kasus Meme Prabowo - Jokowi, Ungkap Pembentukan Karakter di Perkuliahan: Perguruan Tinggi Membentuk Integritas

"Tentu yang pertama disampaikan kepada keluarga korban adalah rasa belasungkawa, saya merasa punya tanggung jawab sebagai kepala daerah," tutur Dedi kepada awak media di lokasi kejadian, Garut, pada Selasa, 13 Mei 2025.

Gubernur Jabar menuturkan, terdapat para korban warga sipil yang telah meninggalkan anak dan istrinya. 

Kemudian, Dedi mengutarakan niatnya untuk membantu biaya pendidikan para anak korban insiden ledakan amunisi di Garut.

Baca Juga: Menyelami Makna Kirab Waisak 2025, Perayaan yang Dilakukan Umat Buddha Tanah Air dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur

"Yang meninggal itu meninggalkan anak, meninggalkan istri. sehingga untuk anak-anaknya yang belum menikah, itu biar Gubernur yang ambil alih tanggung jawab pendidikan, dan kehidupan kesehariannya," terangnya.

Selain itu, Dedi pun menyoroti korban warga sipil yang tewas akibat insiden itu telah bekerja cukup lama untuk membantu petugas TNI AD.

"Mereka (korban) itu bekerja, pengakuan (keluarga korban) korban sudah bekerja cukup lama. Ada yang 10 tahun itu membantu (TNI AD)," sebutnya. 

Baca Juga: Insiden Ledakan Amunisi di Garut: Kolonel hingga Sipil Tewas, Ini 13 Daftar Namanya

"Menjadi profesi yang ditekuni dalam setiap hari di sana. Dan kelihatannya sudah sangat berpengalaman menangani itu (amunisi)," lanjut Dedi.

Terkait peristiwa nahas itu, Dedi kemudian menyimpulkan para korban warga sipil itu mengalami kecelakaan saat bekerja.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X