"Faktanya, memang Budi Arie tidak tahu soal pembagian sogokan itu, apalagi menerimanya baik sebagian maupun keseluruhan. Kesaksian itu juga yang dijelaskannya ketika dimintai keterangan oleh penyidik Polri," imbuh Handoko.
Lebih jauh, Handoko berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu berdasar fakta.
"Stop narasi sesat dan framing jahat untuk mendiskreditkan siapapun, termasuk bagi Budi Arie Setiadi. Kegaduhan akibat pembelokan fakta sangat merugikan masyarakat," tegasnya.
Baca Juga: Menkes: Vaksin TBC dari Bill Gates Sedang Diuji, Ini Protokol Ketat yang Diterapkan
"Jangan belokkan fakta hukum dengan asumsi yang tidak faktual, apalagi framing jahat untuk membunuh karakter Budi Arie Setiadi," tutup Handoko.***