Pertemuan Prabowo dan Pangeran MBS, Indonesia-Arab Saudi Sepakati Kerja Sama Rp438 Triliun

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 4 Juli 2025 | 12:00 WIB
Pertemuan Presiden Prabowo dengan Pangeran MBS sekaligus PM Kerajaan Arab Saudi, membahas kerja sama Indonesia-Arab Saudi di Istana Al-Salam, Jeddah pada Rabu, 2 Juli 2025 waktu setempat. (Instagram/s
Pertemuan Presiden Prabowo dengan Pangeran MBS sekaligus PM Kerajaan Arab Saudi, membahas kerja sama Indonesia-Arab Saudi di Istana Al-Salam, Jeddah pada Rabu, 2 Juli 2025 waktu setempat. (Instagram/s

NARASIDATA.COM - Presiden Prabowo dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS), baru saja melakukan pertemuan kenegaraan.

Pertemuan tersebut terjadi dalam agenda lawatan Prabowo ke Arab Saudi sejak Selasa, 1 Juli 2025 waktu setempat.

Pangeran MBS menyambut hangat kedatangan Prabowo bersama delegasi khusus di Istana Al-Salam, Jeddah, pada Rabu, 2 Juli 2025 waktu setempat.

Baca Juga: Mantan Personel Mahadewi Cerita Sisi Lain Maia Estianty, Bicara Sifat hingga Kepribadian

Dalam pertemuan ini, dibahas berbagai kerja sama di beberapa sektor yang berpengaruh bagi kedua negara.

“Kedua pihak juga menyatakan aspirasi mereka untuk memperkuat kerja sama di sektor kesehatan, khususnya terkait dengan pelaksanaan persyaratan kesehatan haji dan umrah,” dikutip dari pernyataan bersama dari laman resmi Presiden RI, pada Kamis, 3 Juli 2025.

“Serta mendukung investasi di sektor kesehatan melalui kerja sama di bidang farmasi, vaksin, dan industri teknologi kesehatan, serta pengembangan sumber daya manusia,” tambahnya.

Baca Juga: Jenazah Mahasiswi UNS yang Terjun ke Sungai Bengawan Solo Ditemukan 3,3 Km dari Lokasi Kejadian

Sektor lain juga menjadi sorotan kerja sama Indonesia dan Arab Saudi.

Kerja sama tersebut mencakup ekonomi digital, sistem peradilan, ketenagakerjaan, kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olahraga, pendidikan dan riset ilmiah, industri dan pertambangan, pertanian, perikanan dan ketahanan pangan, hingga konektivitas penerbangan.

Dengan fokus utama mencakup kerja sama kontra-terorisme, penanggulangan ekstremisme, keamanan siber, dan pertukaran informasi serta pelatihan jadi salah satu poin untuk sektor pertahanan dan keamanan.

Baca Juga: Zohran Mamdani Resmi Jadi Cawalkot Muslim Pertama di New York dari Partai Demokrat AS

Penandatanganan sejumlah perjanjian dan nota kesepahaman selama kunjungan ini antara lembaga-lembaga sektor swasta, yang nilainya mencapai sekitar 27 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp438 triliun di sejumlah bidang.

“(Kerja sama) ini termasuk energi bersih, industri petrokimia, dan layanan bahan bakar penerbangan, yang mencerminkan aspirasi kedua pihak menuju kemitraan ekonomi yang maju,” tulis dalam keterangan bersama itu.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X