Diplomat Muda Kemlu Tewas Mengenaskan di Kos Menteng dengan Kepala Terlilit Lakban, Polisi: Tidak Ada Barang Hilang

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 10 Juli 2025 | 15:27 WIB
Foto Ilustrasi - Polisi menegaskan tidak ada barang hilang dalam kasus kematian diplomat Kemlu di Menteng. (Unsplash/JasonRojas)
Foto Ilustrasi - Polisi menegaskan tidak ada barang hilang dalam kasus kematian diplomat Kemlu di Menteng. (Unsplash/JasonRojas)

NARASIDATA.COM - Misteri kematian Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), makin menjadi sorotan setelah polisi memastikan tidak ada barang berharga yang hilang dari lokasi kejadian. 

Arya ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kamar indekosnya di kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa pagi 8 Juli 2025.

Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, menegaskan bahwa dugaan motif perampokan semakin tipis karena tidak ditemukan barang yang raib dari kamar korban.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Libatkan Rombongan Bus Warga Surabaya di Tol Malang–Gempol, Sejumlah Penumpang Terluka

“Tidak ada (barang yang hilang),” ujar Rezha kepada wartawan, Rabu 9 Juli 2025.

Meski begitu, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian Arya. “Kami masih terus menyelidiki,” imbuhnya singkat.

Arya, yang berasal dari Jalan Munggur, Yogyakarta, diketahui menjabat sebagai diplomat ahli muda di Direktorat Perlindungan WNI Kemlu RI. 

Baca Juga: Menimbang Untung-Rugi Penggunaan Mobil Hybrid: Irit Bahan Bakar vs Kompromi Harga

Ia aktif menangani berbagai isu perlindungan warga Indonesia di luar negeri.

Kematian Arya pertama kali diketahui setelah sang istri melaporkan kehilangan kontak selama dua hari. 

Karena curiga, ia meminta bantuan penjaga kos untuk memeriksa kondisi kamar. 

Baca Juga: Viral Aksi Klitih Berdarah di Jalur Piyungan–Prambanan: Polda Jogja Gerak Cepat Buru Pelaku

Ketika pintu dibuka, Arya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, telentang di atas kasur dengan tubuh tertutup selimut, kedua kaki terlipat, dan kepala serta wajahnya dililit lakban.

Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya tindak kekerasan, meski motif sebenarnya masih gelap. 

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X