NARASIDATA.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengambil langkah serius menyikapi kematian seorang siswa SMAN 6 Garut bernama Priya Nailuredha Thoriq (PN), yang diduga mengakhiri hidupnya karena mengalami perundungan di sekolah.
PN ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada 14 Juli 2025.
Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, apalagi beredar isu bahwa putusan PN untuk bunuh diri didasari rasa putus asa akibat perundungan yang dialaminya di sekolah.
Baca Juga: KBRI Tokyo Tanggapi Isu Jepang Bakal Blacklist Pekerja WNI di Tahun 2026
Guna menelusuri kebenaran kabar tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi segera turun tangan.
Dedi Mulyadi mengambil langkah mediasi antara pihak sekolah SMAN 6 Garut dengan keluarga PN untuk mencari titik terang dalam kasus ini.
"Kita sudah pertemuan, antara pihak kepala sekolah, wali kelas, guru BK, dan guru fisika dengan keluarga," ujar Dedi dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Kamis, 17 Juli 2025.
Baca Juga: DPR Soroti Akun Ganda Medsos, Minta Platform Batasi Satu Orang Satu Akun
Akan tetapi, langkah mediasi belum membuahkan titik terang karena kedua pihak merasa berada di posisi yang benar.
"Karena dua-duanya merasa benar, kita mau langsung direkonsiliasikan. Maka kita menempuh jalur investigasi," lanjutnya.
Untuk mendalami kasus ini lebih lanjut, Dedi Mulyadi pun menugaskan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat untuk melakukan investigasi menyeluruh.
Baca Juga: Isu Bupati Batang Hari Ngambek Dibantah, Pemkab Pastikan SK PPPK Tak Ditahan
"Saya sudah menugaskan kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan investigasi," tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan objektivitas, Gubernur juga memutuskan untuk menonaktifkan sementara Kepala SMAN 6 Garut selama proses investigasi berlangsung.