7 Poin Kesalahan Finansial Warga Kelas Menengah Menurut Pakar Keuangan, Contohnya: Utang Konsumtif dan Cicilan

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 8 Agustus 2025 | 10:00 WIB
Ilustrasi kesalahan finansial warga kelas menengah menurut pakar keuangan. (Unsplash.com/Towfiqu)
Ilustrasi kesalahan finansial warga kelas menengah menurut pakar keuangan. (Unsplash.com/Towfiqu)

NARASIDATA.COM - Sebagian orang dari kalangan kelas menengah tampak hidup nyaman dari luar, seperti punya rumah, mobil, dan bisa liburan ke luar negeri. Namun, tak sedikit di antara mereka yang sebenarnya terjebak dalam kesulitan finansial karena keputusan keuangan yang keliru.

Gaya hidup yang konsumtif, cicilan di mana-mana, dan tekanan sosial untuk terlihat "sukses" membuat banyak keluarga kelas menengah kesulitan membangun kekayaan secara nyata. Ironisnya, masalah ini seringkali tak disadari hingga semuanya terlambat.

Pakar keuangan dan pendiri Balanced News Summary, Christopher William, menyebut masalah terbesar yang dialami kelas menengah adalah pengeluaran yang melebihi penghasilan. 

Baca Juga: Konstruksi Sekolah Rakyat Tahap 1C Dimulai, Kementerian PU Target Rampung Akhir Agustus 2025

"Masalah paling merusak adalah ketika seseorang menghabiskan lebih banyak daripada yang mereka hasilkan," ujar William, dikutip dari Yahoo Financial, pada Kamis, 7 Agustus 2025.

Lantas, apa saja poin kesalahan finansial yang kerap dilakukan warga kelas menengah? Berikut ulasan lengkap hingga dampaknya bisa fatal bagi kondisi finansial jangka panjang:

  1. Terjebak Utang Konsumtif dan Cicilan

Baca Juga: FIFA Belum Restui Suporter Tandang, Bos I.League Evaluasi Insiden Penutupan Liga 1

Warga kelas menengah dinilai sering terjebak dalam utang konsumtif, baik dalam bentuk pinjaman online, cicilan elektronik, hingga kartu kredit. 

Dalam laporan yang sama, Jonathan Merry dari Moneyzine menilai ini sebagai jebakan paling umum. 

"Banyak yang ambil utang tanpa pikir panjang soal risikonya," jelasnya.

Baca Juga: Pemerintah Percepat Operasi Pasar dan Tindak Tegas Pengoplos Beras, Menko Pangan: Masyarakat Tak Usah Khawatir

Carter Seuthe dari Credit Summit menambahkan, utang kartu kredit dengan bunga tinggi bisa sangat membebani keuangan. 

"Begitu bunga berjalan, sulit untuk keluar dari lingkaran itu," kata Carter.

  1. Langganan dan Membership Tak Terpakai

Baca Juga: Kompor Induksi Harga Premium vs Ekonomis, Menimbang Fitur dan Kebutuhan Sebelum Membeli

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X