Nilai Tambah Hilirisasi Kelapa Bisa Tembus Rp2.600 Triliun, Mentan Dorong UMKM Bangun Pabrik

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 22 Agustus 2025 | 14:15 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut hilirisasi kelapa bisa hasilkan Rp2.600 triliun. (Instagram/a.amran_sulaiman)
Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut hilirisasi kelapa bisa hasilkan Rp2.600 triliun. (Instagram/a.amran_sulaiman)

NARASIDATA.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai potensi hilirisasi kelapa di Indonesia sangat besar. 

Menurutnya, jika komoditas kelapa diolah menjadi produk turunan, nilai tambah yang dihasilkan bisa mencapai Rp2.600 triliun.

Amran mengungkapkan, permintaan pasar dunia terhadap produk kelapa semakin tinggi, terutama dari India, Eropa, dan China.

Baca Juga: Curhat Dirut Anyar KAI ke DPR: Bobby Rasyidin Ceritakan Dulu di Sektor Pertahanan, Kini Urus Kereta Api

Pola konsumsi masyarakat di negara-negara tersebut kini lebih banyak mengandalkan produk berbasis kelapa, seperti santan dan minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO).

Namun, potensi besar itu belum dimanfaatkan maksimal. Saat ini, Indonesia masih mengandalkan ekspor kelapa mentah dengan nilai sekitar Rp26 triliun per tahun. 

"Kita ekspor mentah (kelapa). Kurang lebih Rp26 triliun sekarang. Kalau kita olah ini yang kita ekspor adalah coconut milk dengan VCO," ujar Amran dalam Rakornas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Rabu 20 Agustus 2025.

Baca Juga: Aturan Rampung, Zulhas Targetkan 15.000 Kopdes Merah Putih Beroperasi Bulan Ini

"Ini 100 kali lipat, 10 ribu persen. Artinya apa? Kalau Rp26 triliun yang kita ekspor sekarang, kemudian kita hilirisasi itu menjadi Rp2.600 triliun," sambungnya

Untuk merealisasikan potensi tersebut, Amran mendorong keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam membangun pabrik hilirisasi kelapa. 

Menurutnya, pembangunan pabrik bisa dilakukan dengan cara gotong-royong agar lebih efisien dari sisi biaya.

Baca Juga: Menguak Perangkat ILI UT, Teknologi Inspeksi Pipa Migas Ultrasonik yang Diluncurkan Pertamina-Pindad

“Murah pabriknya. Itu cuma berapa? Rp30 miliar satu biji. Murah. Kalau Rp30 miliar UMKM berkumpul 100, Rp30 juta, Rp30 juta, omzetnya sisihkan 1 bulan. Ini selesai,” jelas Amran.

Ia memperkirakan biaya pembangunan satu pabrik hilirisasi kelapa mencapai Rp30 miliar. 

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X