Namun, jika dikerjakan bersama oleh 100 UMKM, setiap pelaku usaha hanya perlu menyiapkan modal sekitar Rp300 juta, angka yang menurutnya masih bisa dijangkau.
Amran optimistis strategi ini akan mempercepat tumbuhnya industri hilir kelapa nasional, sekaligus membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.***