Sempat Diproyeksikan untuk Dorong Pertumbuhan 5,4 Persen Ekonomi RI, Produk Sawit-Karet Kini Bebas Tarif Impor AS

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 12:20 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. (Instagram.com/@airlanggahartarto_official)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. (Instagram.com/@airlanggahartarto_official)

NARASIDATA.COM - Amerika Serikat (AS) menyepakati secara prinsip untuk membebaskan sejumlah komoditas Indonesia dari bea masuk negaranya. Produk yang akan bebas tarif antara lain minyak sawit, kakao, dan karet.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengatakan kesepakatan ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor ke AS. 

“Pengecualian telah disetujui untuk produk yang tidak diproduksi di AS, seperti minyak sawit, kakao, dan karet. Tarifnya akan nol atau mendekati nol,” ujar Airlangga sebagaimana dikutip dari Reuters, pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Baca Juga: Danantara Indonesia Siapkan SDM Berdaya Saing Global, Hasil Kerja Sama dengan Organisasi Pendidikan Terbaik di Dunia

Kendati sudah disepakati secara prinsip, Airlangga menegaskan kesepakatan final belum ditentukan jadwalnya. Pasalnya, AS masih sibuk dengan negosiasi tarif bersama negara lain. 

“Kami sedang menunggu tanggapan mereka. Begitu ada kesepakatan akhir, maka tarif akan langsung berlaku,” imbuhnya.

Selain soal tarif, Airlangga menyebut kedua negara juga membicarakan potensi kerja sama investasi. AS dikabarkan berminat untuk mendukung proyek penyimpanan bahan bakar di Indonesia bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan PT Pertamina (Persero).

Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Minta Tambah Anggaran Rp14,4 Triliun untuk PIP hingga Upah Guru Honorer

Indonesia termasuk salah satu negara pertama yang berhasil mengamankan kesepakatan tarif dengan pemerintahan Presiden AS, Donald Trump. 

Meski demikian, tarif yang dikenakan ke Indonesia pada awalnya sama dengan negara lain, seperti Thailand dan Malaysia. Sedikit berbeda dengan Vietnam yang mendapat tarif 20 persen.

Dalam proses negosiasi, Indonesia juga menawarkan investasi besar di AS. Pemerintah menyatakan siap membeli minyak mentah, LPG, pesawat, hingga produk pertanian dari Negeri Paman Sam. 

Baca Juga: Gelar Demo di Bundaran Gladak, Peternak Ayam Solo Desak Mentan Amran Mundur Jika Gagal Atasi Krisis Jagung

Airlangga menilai kemajuan negosiasi dengan AS serta langkah Indonesia dalam perundingan perdagangan bebas dengan Uni Eropa akan memperkuat kepercayaan investor global. 

“Mereka membawa persepsi optimis dari pasar global karena sebagian besar investor mencari kepastian, dan Indonesia adalah salah satu negara yang memberikan kepastian global,” tukasnya.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X