Soal Rencana TNI Polisikan Ferry Irwandi, Komisi III DPR: Hormati Supremasi Sipil, Hormati HAM

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Sabtu, 13 September 2025 | 07:20 WIB
Influencer Indonesia, Ferry Irwandi yang kini dilaporkan Dansat Siber TNI ke Polda Metro terkait dugaan tindak pidana. (Instagram.com/@irwandiferry)
Influencer Indonesia, Ferry Irwandi yang kini dilaporkan Dansat Siber TNI ke Polda Metro terkait dugaan tindak pidana. (Instagram.com/@irwandiferry)

NARASIDATA.COM - Anggota Komisi III DPR, Abdullah, meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk tak melanjutkan rencana pelaporan influencer Ferry Irwandi ke pihak berwajib.

Abdullah menganggap bahwa TNI tak memiliki legal standing jika ingin melaporkan Ferry karena mereka adalah sebuah institusi.

“Saya menilai tak perlu dilanjutkan, karena rencana pelaporan tersebut tidak sesuai dengan UUD 1945, UU TNI dan Putusan MK Perkara Nomor 105/PUU-XXII/2024,” kata Abdullah kepada wartawan pada Kamis, 11 September 2025.

Baca Juga: MBG Jadi Program Prioritas tapi Penyerapan Anggaran Kecil, Menkeu Purbaya Minta BGN Rutin Laporan ke Publik

“Dalam putusan tersebut, frasa ‘orang lain’ dalam Pasal 27A UU ITE dibatasi hanya untuk individu perorangan yang merasa dirugikan, bukan lembaga pemerintah, korporasi, profesi, atau jabatan,” paparnya.

Mengenai penyampaian pendapat, menurut Abdullah, warga negara memiliki hak berkumpul dalam negara demokrasi dan dilindungi oleh Undang-Undang.

“Berkumpul dan menyampaikan pendapat adalah hak yang dilindungi dan ini adalah mekanisme yang mesti dijalankan untuk terus meningkatkan kualitas demokrasi melalui partisipasi rakyat dan check and balances antar lembaga,” kata politikus dari PKB itu.

Baca Juga: Soal Purbaya Diminta Mundur Usai Dilantik Jadi Menkeu, Tantowi Yahya: Kita Kasih Kesempatan Bekerja

Oleh karena itu, supremasi sipil harus dijunjung dalam kehidupan bernegara dan pelaporan justru akan membuat rakyat menjadi takut berpendapat.

“Artinya, menghormati supremasi sipil, menghormati HAM, dan berpegang pada jati diri bangsa,” tambahnya.

Rencana pelaporan pada Ferry Irwandi oleh TNI ini muncul ketika 4 jenderal TNI berkonsultasi dengan Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya pada Senin, 8 September 2025 lalu.

Baca Juga: Soal Tuntutan Rakyat, Ekonom Senior Fuad Bawazier: Menyelesaikan Masalah Perlu Waktu

Kedatangan mereka ke Polda Metro Jaya untuk berkonsultasi mengenai pernyataan maupun tindakan yang sudah dilakukan CEO Malaka Project itu selama demo Agustus 2025.

TNI mengklaim telah menemukan bukti Ferry melakukan tindakan pidana dan bisa diproses ke jalur hukum.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X