Sorotan Khusus: Aksi ‘179 Ojol’ di Jakarta yang Menuntut Usut Tuntas Tragedi Affan Kurniawan hingga Menhub Dicopot

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 18 September 2025 | 10:10 WIB
Menyoroti aksi demonstrasi pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 17 September 2025. (Instagram.com/@keluhkesahojol.id)
Menyoroti aksi demonstrasi pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 17 September 2025. (Instagram.com/@keluhkesahojol.id)

NARASIDATA.COM - Aksi demonstrasi dilakukan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang diinisiasi Asosiasi Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 17 September 2025 sekitar pukul 09.30 WIB.

Dalam poster ajakan aksi demonstrasi ojol yang beredar di media sosial, diketahui terdapat 3 titik unjuk rasa, mulai dari kawasan Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Istana Presiden, hingga Gedung DPR RI dalam hari yang sama.

"Aksi '179 Ojol' Asosiasi Pengemudi Ojek Online Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) 17 September 2025. Ojol lain tetap bisa ONBID atau narik seperti biasa," demikian tertulis dalam poster yang ditayangkan akun Instagram @keluhkesahojol.id, pada Rabu, 17 September 2025.

Baca Juga: Kondisi Terkini 21 Nakes RSBS Jember yang Jadi Korban Insiden Bus yang Tergelincir dan Tabrak Pembatas Jalan di Jalur Bromo

Ajakan tindakan damai dan kondusif dalam aksi unjuk rasa itu pun menggema untuk mengantisipasi adanya tindakan anarkis.

"Tidak ada sweeping, tidak ada tindakan anarkis, tidak ada provokasi, tetap solid, damai, dan bermartabat," tegas imbauan aksi demonstrasi bertajuk '179 Ojol' tersebut.

Lantas, bagaimana kondisi terkini hingga apa saja hal-hal yang dituntut para peserta aksi unjuk rasa tersebut? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Baca Juga: 3 Poin Target Menkeu Purbaya untuk Jalankan Roda Ekonomi RI: PDB Tumbuh, Pajak Moncer

  1. Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan

Dalam demonstrasi pengemudi ojol di Istana Kepresidenan Jakarta, Polres Metro Jakarta Pusat diketahui mengerahkan sebanyak 6.118 personel gabungan untuk mengawal aksi unjuk rasa. 

Terkait kondisi terkini hingga pukul 12.00 WIB, Kapolres Metro Jakpus, Kombes Susatyo Purnomo Condro memastikan rekayasa lalu lintas masih bersifat situasional dan menyesuaikan kondisi di lapangan. 

Baca Juga: 5 Jejak Kasus Korupsi Haji 2024 yang Bikin Boncos RI Rp1 Triliun usai Kini Ustaz Khalid Basalamah Ungkap Dana Rp73 Juta per Jamaah

"Kuat pengamanan di wilayah Jakpus 6.118 personel, Kami memohon pengertian masyarakat demi keselamatan dan kenyamanan bersama," ujar Susatyo kepada awak media di Jakarta, pada Rabu, 17 September 2025.

  1. Pengamanan Polisi Antisipasi Chaos

Lebih lanjut, Susatyo mengatakan pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif, tanpa melibatkan penggunaan senjata api. 

Baca Juga: Siswi Korban Perundungan di MTs Donggala Berasal dari Keluarga Kurang Mampu, Ditinggalkan Ibunya Sejak SD

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X