"Mengacu salinan keputusan para pemegang saham perusahaan, Bapak Hasan Nasbi ditetapkan sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) per tanggal 11 September 2025," ujar Fadjar dalam keterangan tertulis pada Sabtu 20 September 2025.
Lantas, bagaimana rekam jejak sang mantan kepala PCO itu sampai ditunjuk menjadi Komisaris Pertamina? Berikut ulasannya:
Latar Belakang Pendidikan dan Awal Karir
Hasan diketahui lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 11 Oktober 1979 dan merupakan lulusan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI). Ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana sekitar tahun 2004.
Setelah lulus, Hasan tidak langsung terjun ke politik. Kariernya dimulai di dunia jurnalistik dengan bergabung sebagai wartawandi salah satu perusahaan media di Indonesia pada 2005 hingga 2006.
Dari dunia media, ia kemudian beralih menjadi peneliti di Pusat Kajian Politik (Puskapol) UI antara tahun 2006-2008.
Baca Juga: Badan Komunikasi Pemerintah Jadi Bentuk Transformasi Baru PCO, Hasil Evaluasi Perkuat Komunikasi
Dari sinilah, jejaring akademis dan pengalamannya dalam membaca peta politik nasional mulai terbentuk.
Konsultan Survei dan Aktivis Politik
Nama Hasan kemudian semakin dikenal di lingkaran politik nasional ketika ia aktif sebagai konsultan survei dan politik. Beberapa kiprah pentingnya antara lain:
Baca Juga: Telisik Kasus Korupsi Kuota Haji di Kemenag, Ada Biaya Percepatan yang Kini Diungkap KPK
- Pilkada DKI Jakarta 2012: Hasan terlibat dalam tim pemenangan Joko Widodo - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
- Teman Ahok (2017): Ia diketahui menjadi inisiator gerakan relawan "Teman Ahok" yang sempat fenomenal ketika mendukung pencalonan independen Ahok pada Pilkada DKI Jakarta.
- Pilpres 2024: Hasan menjadi bagian dari tim komunikasi pasangan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.
Dirinya bahkan tercatat sebagai anggota Gugus Tugas Sinkronisasi Bidang Komunikasi setelah pasangan tersebut menang.
Kepala PCO di Pemerintahan hingga Menuju Kursi Komisaris Pertamina