Kritik Penyanyi Penyanyi Leony soal APBD Tangsel 2024: Dana Bansos Rp136 Juta, Anggaran Suvenir dan Dinas Capai Puluhan Miliar

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Senin, 22 September 2025 | 11:15 WIB
Penyanyi Leony Vitria Hartanti menyoroti laporan keuangan Tangerang Selatan tahun 2024. (Instagram/leonyvh)
Penyanyi Leony Vitria Hartanti menyoroti laporan keuangan Tangerang Selatan tahun 2024. (Instagram/leonyvh)

Pemeliharaan Jalan dan Bansos yang Minim

Leony menilai alokasi besar pada pos-pos seremonial dan kebutuhan rutin itu kontras dengan anggaran untuk kepentingan publik yang justru minim. Ia mencontohkan, dana pemeliharaan jalan, jaringan, dan irigasi hanya sebesar Rp731 juta.

“Nah, uang pajak dari rakyat untuk rakyat kan berarti ini ya, yang beban pemeliharaan jalan, jaringan dan irigasi Rp731 juta aja,” paparnya.

Baca Juga: Selain Umumkan Dony Oskaria Jadi Plt. Menteri BUMN, Mensesneg Juga Singgung soal Rencana Peleburan Kementerian BUMN ke Danantara

Hal serupa juga tampak pada anggaran bantuan sosial (bansos). Dalam laporan, bansos hanya tercatat Rp136 juta. Leony kemudian membagi angka tersebut dengan jumlah masyarakat miskin di Tangsel pada 2024 yang mencapai 43.330 orang. 

Hasilnya, anak pertama dari tiga saudara itu menilai bansos yang diberikan setara dengan satu bungkus mi instan per orang dalam setahun.

Sektor Pendidikan Ikut Jadi Sorotan

Baca Juga: Badan Komunikasi Pemerintah Jadi Bentuk Transformasi Baru PCO, Hasil Evaluasi Perkuat Komunikasi

Bidang pendidikan juga tak luput dari perhatiannya. Leony menyoroti anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang mencapai Rp860 miliar, dengan belanja pegawai mencapai Rp479 miliar.

Menurutnya, mandatory spending atau belanja wajib pendidikan masih diwarnai pos-pos rutin seperti honorarium narasumber, perjalanan dinas, hingga konsumsi rapat. 

“Pokoknya ratusan halaman kira-kira kayak begini lah laporannya, ratusan miliar habis buat perjalanan dinas, beli ATK, makan-minum rapat, belanja barang dan jasa, dan lain-lain,” jelas Leony.

Baca Juga: Telisik Kasus Korupsi Kuota Haji di Kemenag, Ada Biaya Percepatan yang Kini Diungkap KPK

Unggahan Leony segera memicu perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet yang mendukung langkahnya karena dianggap mewakili keresahan masyarakat terhadap transparansi penggunaan APBD.

Sebagian lain berharap pemerintah daerah memberi klarifikasi resmi agar publik mendapat penjelasan langsung. 

“Bener banget kita memang harus kuliti pemkot atau pemda masing-masing,” ujar salah satu warganet @ta****m. 

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X