Lebih lanjut, pengemudi ojol pun langsung menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak.
Aksi Solidaritas Sesama Ojol Geruduk Mapomdam Tanjungpura
Setelah kabar dugaan pemukulan itu tersebar luas, ratusan pengemudi ojol tergabung dalam aksi solidaritas untuk mengusut kejadian tersebut.
Baca Juga: Polisi Bongkar Pabrik Narkoba Tembakau Sintetis di Cikarang, Sita 21 Kg Bernilai Rp21 Miliar
Dilaporkan pada Sabtu 20 September 2025, ratusan ojol tersebut mendatangi Markas Pomdam XII Tanjungpura, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Para driver ojol tersebut ramai-ramai memprotes terkait dugaan insiden pemukulan yang terjadi belakangan.
Permintaan Maaf dan Proses Hukum Tetap Berjalan
Baca Juga: Menilik Rekam Jejak Hasan Nasbi, Mantan Kepala PCO yang Kini Jadi Komisaris Pertamina
Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Mapomdam XII/Tanjungpura, Pontianak pada Sabtu 20 September 2025, FA akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.
FA mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut dan mengaku akan bertanggung jawab atas luka yang dialami korban.
"Saya menyesal atas perbuatan saya. Untuk itu saya siap bertanggung jawab membantu biaya pengobatan korban sampai sembuh," kata FA dalam konferensi pers.
Baca Juga: Ultimatum Menkeu Purbaya pada BGN soal Serapan MBG, Salah Satu Program Prioritas Presiden Prabowo
Pada kesempatan yang sama, Wakapendam XII Tanjungpura, Letkol Inf Agung W. Palupi menyebut proses hukum akan tetap dijalankan.
“Hasil mediasi, proses hukum tetap berlanjut di persidangan militer. Kita tunggu hasilnya," ucap Agung.
Sementara itu, salah satu perwakilan ojol yang menghadiri konferensi pers, Dede Sudirman, meminta agar pelaku dihukum sesuai perbuatannya. Dede mengaku pihaknya telah memaafkan pelaku.