Inggris hingga Australia Resmi Akui Kedaulatan Palestina, Netanyahu Beri Respon Sinis

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Selasa, 23 September 2025 | 12:35 WIB
Empat negara barat mulai dari Inggris hingga Portugal telah mengakui kedaulatan Palestina. (Unsplash/Ömer Faruk Yıldız)
Empat negara barat mulai dari Inggris hingga Portugal telah mengakui kedaulatan Palestina. (Unsplash/Ömer Faruk Yıldız)

Mereka menekankan bahwa pengakuan tersebut adalah bagian dari upaya internasional yang lebih luas untuk mendorong momentum baru menuju perdamaian dan solusi dua negara.

Tak ketinggalan, Kanada juga menyuarakan sikap yang sama. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengumumkan negaranya mengakui Palestina sebagai negara berdaulat dan siap bekerja sama membangun perdamaian.

“Kanada mengakui Negara Palestina dan menawarkan kemitraan kami dalam membangun janji masa depan yang damai bagi Negara Palestina dan Negara Israel,” tulis Carney dalam pernyataannya.

Baca Juga: Pemerintah Bagi 330 Ribu Smart TV ke Sekolah, KSP Soroti Pemerataan Akses dan Mutu Guru

Portugal Ikut Akui Palestina 

Terbaru, Portugal resmi mengumumkan soal pengakuan terhadap negara Palestina. Sikap Portugal itu menambah deretan negara yang kini mengakui Palestina sebagai bangsa merdeka.

"Oleh karena itu, mengakui negara Palestina merupakan pemenuhan kebijakan yang fundamental, konsisten, dan disepakati secara luas," kata Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel kepada para wartawan di New York menjelang Sidang Umum PBB tahunan, Senin 22 September 2025. 

Baca Juga: Ultimatum Menkeu Purbaya pada BGN soal Serapan MBG, Salah Satu Program Prioritas Presiden Prabowo

Netanyahu Anggap Pengakuan Tak Berdampak

Di sisi lain, Netanyahu menegaskan bahwa pengakuan politik dari negara-negara Barat tidak akan mewujudkan Palestina sebagai negara merdeka. 

Dia mengaitkan keputusan itu dengan serangan berdarah pada 7 Oktober 2023 lalu.

Baca Juga: Dony Oskaria Jadi Plt Menteri BUMN, Data LHKPN KPK Ungkap Punya Tanah di Jaksel dan Padang hingga Rp19,8 Miliar

“Saya punya pesan yang jelas bagi para pemimpin yang mengakui negara Palestina setelah pembantaian mengerikan pada 7 Oktober: Anda memberikan imbalan besar kepada teror,” kata Netanyahu dalam laporan AFP pada Senin 22 September 2025.

Ia bahkan menegaskan, “Tidak akan ada negara Palestina yang didirikan di sebelah barat Sungai Yordan.”***

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X