Menyelami Kasus Meninggalnya Karyawan EY, Inilah Faktor Penyebab Terjadinya Kelelahan Akibat Kerja yang Berlebihan

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Senin, 23 September 2024 | 18:15 WIB
Potret Karyawan Perusahaan EY (Ernst & Young) India Anna Sebastian Perayil . (janashabdham.in)
Potret Karyawan Perusahaan EY (Ernst & Young) India Anna Sebastian Perayil . (janashabdham.in)

Anna dinilai sukarela memenuhi tuntutan di perusahaan tersebut, namun beban kerja mengharuskannya siap siaga setiap hari.

"Menuntut anak baru dengan kerja yang berat, membuat mereka kerja setiap siang dan malam, bahkan Minggu, tidak ada keringanan sama sekali," tulis Anita dalam surat yang dilayangkannya ke EY pada Juli 2024.

Curhatan Anna Kepada Ibunya

Dalam surat itu juga terdapat penjelasan Anita mengenai curhatan Anna yang bekerja tanpa istirahat.

Anita mengaku menyesal karena tidak dapat memastikan kesehatan anaknya, sebelum semuanya terlambat.

"Kami memintanya untuk mengundurkan diri dan kembali ke kampung halaman," tegasnya.

"Tidak ada keringanan pekerjaan sama sekali, dia meninggalkan kampung halamannya dan orang tersayang," tambahnya.

EY Tepis Tudingan Kematian Anna Akibat Kelelahan Kerja

Bos Perusahaan EY di India, Rajiv Memani membantah karyawan akuntannya yaitu Anna meninggal akibat kelelahan kerja.

Rajiv mengklaim, EY mempekerjakan 100.000 pegawai dan semuanya bekerja keras. Namun, dirinya tidak percaya Anna meninggal karena bekerja terlalu keras di perusahaannya.

"Anna bekerja dengan kami baru empat bulan. Dia diberi pekerjaan seperti pegawai lainnya," kata Rajiv dalam pernyataannya di India, pada Kamis, 19 September 2024.

"Kami tidak percaya tekanan pekerjaan bisa merenggut nyawanya," tegas bos perusahaan akuntansi publik terkemuka di India tersebut.

Menyoroti risiko kelelahan kerja yang membayangi para karyawan, berikut ini faktor-faktor penyebab kelelahan akibat pekerjaan yang berlebihan:

Faktor Organisasi

Budaya organisasi menciptakan aturan tidak tertulis yang memandu perilaku karyawan, termasuk cara mereka berinteraksi satu sama lain.

Halaman:

Editor: Adithya Nurcahyo

Sumber: Independent

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X