3 Poin Penting AS yang Sebut Indonesia Bisa Boyong Pengungsi Gaza, dari Prihatin ke Sandera hingga Aksi Israel Telah Menuai Kecaman Dunia

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Selasa, 21 Januari 2025 | 06:20 WIB
Utusan presiden terpilih Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff (kiri) yang mewacanakan relokasi sebagian warga Gaza ke Indonesia. (Instagram.com/@steven.c.witkoff)
Utusan presiden terpilih Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff (kiri) yang mewacanakan relokasi sebagian warga Gaza ke Indonesia. (Instagram.com/@steven.c.witkoff)

Steve menilai Trump bersama pihaknya masih mengupayakan solusi jangka panjang untuk Jalur Gaza.

"Jika kita tidak membantu warga Gaza, jika kita tidak membuat hidup mereka lebih baik, jika kita tidak memberi mereka harapan, maka akan ada pemberontakan," tambahnya.

AS Pertimbangkan Indonesia Boyong Pengungsi Gaza

 

Baca Juga: Syarat dan Kriteria Penerima BLT BBM Rp600.000 dari Pemerintah yang Cair Bulan Ini

Dalam kesempatan yang sama, Steve menuturkan pihaknya tengah mencari solusi untuk memulai upaya pembangunan kembali Gaza yang hancur lebur akibat perang. 

Sementara pembangunan dilakukan, AS juga mempertimbangkan merelokasi sebagian warga Gaza ke salah satu negara yang menjadi pertimbangan mereka, yakni Indonesia.

"Pertanyaan yang masih tersisa adalah bagaimana membangun kembali Gaza, serta akan direlokasi kemana sekitar 2 juta warga Palestina untuk sementara waktu," tutur Steve.

Baca Juga: Cek di Sini Kriteria Penerima yang Berhak Mendapat Rumah Gratis dari Pemerintah.

"Indonesia, misalnya, merupakan salah satu lokasi yang sedang didiskusikan untuk menampung sebagian dari mereka, kata pejabat transisi tersebut," tegasnya.

Aksi Israel ke Gaza Telah Menuai Kecaman Dunia

 

Steve mengklaim, aksi pasukan Israel telah menuai kecaman dari seluruh dunia dan menyebutnya sebagai pembalasan yang tidak masuk akal bahkan telah dianggap sebagai bentuk dari genosida terhadap warga Gaza.

Terkini, gencatan senjata telah dimulai pada 19 Januari 2025 setelah melalui perundingan panjang antara Israel-Hamas. Sebagai hasil perundingan itu, Hamas perlu membebaskan beberapa orang sandera.

Menurut Steve, gencatan senjata yang akan dilakukan dalam tiga tahap ini masih sangat rapuh. 

Halaman:

Editor: Adithya Nurcahyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X