Presiden Donald Trump Salahkan Pemerintah yang Dianggap Gagal Tangani Kebakaran LA, Sudah Protes Sejak 2019

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 24 Januari 2025 | 10:10 WIB
Donald Trump kritik penangan kebakaran Los Angeles (instagram.com/realDonaldTrump)
Donald Trump kritik penangan kebakaran Los Angeles (instagram.com/realDonaldTrump)

NARASIDATA.COM - Presiden Donald Trump mengungkapkan kebakaran dahsyat yang terjadi di Los Angeles membuat Amerika terlihat lemah.

Ditambah lagi dengan penanganan kebakaran tersebut yang menurut Trump dilakukan sangat lamban.

Kebakaran Los Angeles dimulai pada Selasa, 7 Januari 2025 sejak pukul 10.30 waktu setempat di Pacific Palisades.

Baca Juga: Momen Penuh Hormat Prabowo ke Emil Salim: Minta Maaf Saya Baru Datang Sekarang

Tak butuh waktu lama untuk api di bukit Palisades itu untuk turun ke pemukiman warga yang lebih banyak.

Beberapa jam kemudian, Eaton Canyon juga dilalap si jago merah, membuat kedua area tersebut menjadi awal kebakaran Los Angeles yang tak terkendali.

Setidaknya ada 27 orang meninggal dunia dan lebih dari 12.300 bangunan hancur.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Aparat Tindak Perusahaan Pelanggar Aturan Pertanahan dan Hutan

Donald Trump menyebut kebakaran Los Angeles membuat Amerika terlihat lemah

Presiden Donald Trump menggambarkan kebakaran hutan di Los Angeles sebagai bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ia juga mengkritik penanganan yang dilakukan pemerintah setempat sehingga membuat Amerika terlihat lemah.

Baca Juga: Pembelajaran Ramadhan 2025 Sudah Diumumkan, Begini Detail Aturan untuk Siswa Muslim dan Non Muslim Selama Bulan Puasa

"Api ini berkobar, lalu meluas ke area lain, terus akan merambah ke area lain lain lagi, area lain, dan area lainnya," ungkap Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada Rabu, 22 Januari 2025.

"Butuh waktu satu setengah minggu untuk mengendalikan sebagian kebakaran dan saya belum pernah melihat hal seperti ini," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X