Bukan Efek Langsung, Ini Korelasi COVID-19 Sebabkan Bopeng di Wajah Seperti yang Diucapkan Doktif

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 24 Januari 2025 | 11:00 WIB
Ilustrasi bopeng karena bekas jerawat - ramai Doktif sebut rawat pasien COVID-19 bikin bopeng(pixabay)
Ilustrasi bopeng karena bekas jerawat - ramai Doktif sebut rawat pasien COVID-19 bikin bopeng(pixabay)

Karena kulit lembap bisa mengakibatkan jerawat yang menimbulkan scars atau luka dan menjadi.

"Mungkin gak secara langsung, tapi kan saat COVID terjadi, tenaga kesehatan bekerja di kondisi seperti itu," imbuhnya.

Penyebab dan bekas jerawat

Baca Juga: Curiga Anak Nikita Mirzani Alami Kekerasan, Razman Nasution Lapor Komnas HAM

muncul sebagai bentuk untuk merespons dan berusaha memperbaiki jerawat.

Proses perbaikan jerawat meliputi produksi kolagen dan jika tubuh terlalu banyak memproduksi kolagen, maka akan muncul dan bekas jerawat.

Penggunaan masker yang berlapis dan ketat ini membuat kulit menjadi leih lembap dan oily atau berminyak.

Baca Juga: Meski Bukan Kebijakan Menteri, Mendikdasmen Akui Tidur Siang di Sekolah Adalah Hal yang Baik

Karena kulit juga butuh bernapas, kondisi COVID memungkinkan nakes tidak pernah melepas masker yang digunakan.

Akhirnya, minyak dan bakteri bisa berkembang biak secara cepat dan menyumbat pori-pori kulit.

sendiri merupakan bekas jerawat yang bentuknya cekung hingga terlihat seperti lubang di kulit.

Baca Juga: Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari untuk Longsor Pekalongan, Proses Pencarian Korban Hilang Masih Berlanjut, Ada Modifikasi Cuaca yang Dilakukan

Karena sumbatan pori-pori itulah yang membuat muncul ketika lapisan kulit yang lebih dalam rusak karena jerawat.

Bagaimana cara menghilangkan?

Tidak ada cara yang bisa menghilangkan dengan instan.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X