AI Buatan China DeepSeek Guncang Dunia Kecerdasan Buatan, Sampai Bikin Ketar-Ketir AS yang Sejauh Ini Andalkan ChatGPT

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Rabu, 29 Januari 2025 | 17:05 WIB
Potret tampilan AI buatan China DeepSeek (kiri) dan AI asal Amerika Serikat ChatGPT (kanan). (DeepSeek.com - Instagram.com/@chatgpt)
Potret tampilan AI buatan China DeepSeek (kiri) dan AI asal Amerika Serikat ChatGPT (kanan). (DeepSeek.com - Instagram.com/@chatgpt)

Dalam kesempatan yang sama, Trump menuturkan layanan AI di AS pun dapat melakukan hal sama dengan DeepSeek, yakni tampil meyakinkan di pasar teknologi dengan modal yang dinilai kecil.

"Saya melihatnya sebagai hal positif karena Anda akan melakukan yang sama," kata Trump.

"Sehingga tidak akan menghabiskan banyak uang dan semoga Anda akan mendapatkan hasil yang sama," tandasnya.

Baca Juga: Dianggap Tidak Tulus dan Tidak Ada Hubungannya, Rakyat Wales Minta Pangeran William Tidak Gunakan Gelar Wales

Dilansir dari Reuters dalam artikel berbeda yang tayang pada Selasa, 28 Januari 2025, DeepSeek mengklaim hanya menghabiskan 5,6 juta dolar AS atau Rp90,8 miliar untuk mendukung model dasar AI DeepSeek model R1. 

   3. Baru Lahir Tahun 2024

Dilansir dari CBS News, DeepSeek merupakan startup yang baru lahir setahun lalu, atau tepatnya pada tahun 2024. Pendirinya adalah pengusaha asal China, Liang Wenfeng.

Baca Juga: Duduki Peringkat ke-4 Negara dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia, Thailand Tutup 350 Sekolah

Perusahaannya memang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan, startup asal China itu merilis berbagai model AI kompetitif selama tahun 2024 lalu.

DeepSeek R1 bersifat open-source, sehingga pengembang kecerdasan buatan mana pun bisa menggunakannya. 

   4. Berkembang Meski AS Batasi Ekspor Chip ke China

Baca Juga: Dibuang di 3 Kota Berbeda, Ini yang Harus Dilakukan Polisi untuk Menemukan Potongan Jasad Uswatun Khasanah

Uniknya, DeepSeek sukses dibangun Liang Wenfeng saat AS membatasi ekspor chip ke Tiongkok.

Pemerintah Amerika memang sengaja mengontrol ekspor chip ke China, impor yang ketat itu dinilai tiga kali dalam tiga tahun terakhir itu dilakukan karena ada masalah keamanan nasional.

Produsen chip asal AS, Nvidia sampai kehilangan nilai pasar Rp9.731,7 triliun imbas kemunculan DeepSeek. 

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X