Tersangka Penyiksaan Bocah 10 Tahun di Nias Telah Ditetapkan, Tapi Pamannya Mengungkap Perlakuan Ayah yang Jadi Penyebabnya

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 30 Januari 2025 | 17:10 WIB
Ilustrasi bocah 10 tahun di Nias yang diduga disiksa keluarganya. (Freepik)
Ilustrasi bocah 10 tahun di Nias yang diduga disiksa keluarganya. (Freepik)

Warga yang menemukan NN segera mengambil foto dan melaporkannya kepada kepala desa. Foto tersebut kemudian tersebar luas di media sosial dan memicu perhatian masyarakat.

Menurut keterangan warga, NN telah mengalami kekerasan fisik sejak usia lima tahun. 

Dugaan penyiksaan ini bahkan pernah dilaporkan ke polisi beberapa tahun lalu, tetapi tidak berlanjut karena kurangnya bukti dan keterbatasan korban dalam memberikan kesaksian.

Baca Juga: Momen Pecah Tawa Prabowo dan Anwar Ibrahim, Gara-gara Pajangan Mobil F1

Pengakuan Paman Korban

Pihak keluarga membantah adanya penyiksaan yang menyebabkan kondisi fisik NN. Pamannya, Piterson Nduru, mengklaim bahwa kondisi korban bukan akibat kekerasan dari keluarga, melainkan karena perlakuan kasar dari ayah kandungnya sejak kecil.

"Itu salah. Ayahnya sendiri yang sering mabuk dan memukuli korban dengan kayu sejak usia lima tahun setelah bercerai dengan ibunya," ujar Piterson.

Baca Juga: Bikin Gemas, Sederet Artis Indo Ini Bagi Momen Perayaan Imlek 2025: Salah Satunya Ada Mantan Istri Ruben Onsu

Selain itu, ia juga menyebut bahwa NN beberapa kali terjatuh dari tempat tidurnya, yang memperburuk kondisinya. 

Meskipun keluarga sudah berupaya mencegah kekerasan dari ayah korban, mereka tidak dapat menghentikannya.

"Kami sudah berusaha melarang, tetapi dia keras kepala," tambahnya.

Baca Juga: AFC Akhirnya Atur Jadwal Indonesia vs Bahrain di GBK, Sebelumnya Takut Fans Asal Timur Tengah Itu Kena 'Serang' Suporter Garuda

Upaya Penyelamatan dan Perlawanan Keluarga

Diketahui bahwa kedua orang tua NN telah bercerai dan merantau keluar Nias, sementara NN tinggal bersama kakek dan kerabat ayahnya. 

Saat aparat desa dan Polsek Lolowau berusaha mengamankan korban, sempat terjadi perlawanan dari pihak keluarga. 

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X