Suhu Panas Ekstrem Terjadi di Australia, Dua Taman Nasional di Wilayah Victoria Kebakaran

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 31 Januari 2025 | 08:05 WIB
Heatwave atau gelombang panas membuat beberapa wilayah di Australia kebakaran (freepik)
Heatwave atau gelombang panas membuat beberapa wilayah di Australia kebakaran (freepik)

NARASIDATA.COM - Masih di awal tahun 2025 ini, Australia ikut harus menghadapi kebakaran hutan yang terjadi di beberapa wilayahnya.

Heatwave atau gelombang panas yang terjadi di Australia bagian tenggara meningkat selama akhir pekan kemarin.

Karena itu, pemerintah pun telah mengeluarkan larangan untuk melakukan pembakaran di area tersebut untuk mengurangi risiko kebakaran.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Jadi Pilihan Pemprov Jakarta Mengurangi Intensitas Hujan, Pemerintah Sudah Siapkan Berton-ton Garam

Suhu panas yang ekstrem

Mengutip dari Reuters, pada Senin, 27 Januari 2025, badan ramalan cuaca nasional sudah memberi peringatan tentang adanya suhu panas ekstrem di Melbourne, Victoria.

Dari ramalan cuaca itu diprediksi kalau suhu di Melbourne bisa mencapai 41 derajat Celcius.

Baca Juga: Sisi Lain Kepadatan Arus Balik Imlek 2025: Sebuah Fenomena Warga Mencari Bahagia dengan Cara yang Terjangkau

Suhu tersebut lebih tinggi 14 derajat Celcius dari rata-rata maksimum suhu untuk bulan Januari.

Kebakaran terjadi di Little Desert National Park dan Grampians National Park

Dalam perkiraan kebakaran hutan musiman, dewan nasional di Australia yang mengurusi tentang pemadaman kebakaran dan layanan darurat sudah memberi peringatan.

Baca Juga: Kebijakan Trump dinilai Bahayakan Banyak Nyawa Setelah Memutuskan Menghentikan Bantuan Obat ke Beberapa Negara

Fakta defisit curah hujan parah selama 18 bulan terakhir telah membuat banyak tanaman mati dan menumpuk di hutan Victoria.

Hal tersebut menjadi faktor yang memudahkan api menjalar dengan lebih cepat karena tumpukan tanaman kering.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X