4 Fakta Menohok Indonesia Masuk BRICS, Terbaru Mencuat Dugaan Adanya Mata-mata AS dari Lowongan Kerja Ini

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Minggu, 2 Februari 2025 | 08:00 WIB
Potret Menteri Luar Negeri RI, Sugiono yang hadir dalam kegiatan BRICS Rusia 2024, pada 24 Oktober 2024. (Instagram.com/@sugiono_56)
Potret Menteri Luar Negeri RI, Sugiono yang hadir dalam kegiatan BRICS Rusia 2024, pada 24 Oktober 2024. (Instagram.com/@sugiono_56)

 

NARASIDATA. COM - Perusahaan Kontraktor Pertahanan AS, General Dynamics Information Technology (GDIT) kini tengah membuka lowongan pekerjaan 'Analisis Media Sosial Indonesia', pada Sabtu, 1 Februari 2025.

Melalui laman resminya, GDIT menyebut pihaknya bergantung pada bidang pekerjaan itu sebagai analis media sosial Indonesia yang fasih untuk meliput area terkait dengan fokus regional, budaya, atau bahasa yang mendukung program di Tampa, Florida, AS.

"Mengumpulkan informasi tentang tren, perilaku, peristiwa, dan mengarahkan perkembangan global untuk menghasilkan laporan sinopsis media dan penilaian wacana media sosial yang relevan," begitu pernyataan GDIT dalam forum resminya, pada Sabtu, 1 Februari 2025.

Baca Juga: 5 Fakta tentang Kate Middleton yang Disebut Hampir Kuasai Kerajaan Inggris dan Buat Ratu Camilla Ketar-ketir

Berkaca dari hal itu, timbul sebuah spekulasi terkait adanya mata-mata AS terhadap BRICS di Indonesia dengan adanya lowongan pekerjaan tersebut.

Mengingat, Indonesia baru saja dinyatakan resmi bergabung menjadi anggota organisasi blok ekonomi Brazil, Russia, India, China and South Africa (BRICS) sejak 6 Januari 2025 lalu.

Lantas, bagaimana geliat kerja sama ekonomi Indonesia bersama BRICS hingga adanya spekulasi mata-mata AS sejak RI bergabung dengan BRICS? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Baca Juga: SPMB SMA Bisa Mendaftar Sekolah Lintas Provinsi, Ini Aturan Terbaru dari Mendikdasmen

   1. Blok Ekonomi Negara Berkembang

Bagi yang belum tahu, BRICS merupakan organisasi yang namanya merupakan singkatan dari nama-nama negara pendirinya itu menerima Indonesia menjadi negara kesepuluh sebagai anggota.

Bergabungnya Indonesia menggenapkan jumlah anggota BRICS menjadi sepuluh menyusul empat negara lain yang lebih dahulu bergabung pada tahun 2024, yaitu Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab. 

Baca Juga: Jadwal Malam Nisfu Syaban 2025 Sesuai Kalender, Apa Artinya dan Amalan yang Harus Dilakukan?

Selain anggota, BRICS juga memiliki delapan negara mitra, yaitu Belarusia, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Thailand, Uganda dan Uzbekistan.

Sebelum resmi bergabung menjadi anggota BRICS, rencana Indonesia untuk bergabung sudah menuai pro dan kontra. 

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X