Viral Aksi Pelajar di Papua Sebut Lebih Butuh Pendidikan Alih-alih Makan Gratis, Mendikdasmen: MBG Masih Program Baru

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 7 Februari 2025 | 08:10 WIB
Respon Kemendikdasmen soal tuntutan aksi damai pelajar Papua untuk pendidikan. (Instagram/kemendidasmen)
Respon Kemendikdasmen soal tuntutan aksi damai pelajar Papua untuk pendidikan. (Instagram/kemendidasmen)

NARASIDATA.COM - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang diusung oleh Presiden Prabowo saat ini sudah mulai dijalankan sejak 6 Januari 2025.

Di masa awal pelaksanaannya ini, program MBG mendapat tentangan keras di Papua.

Penolakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Papua disertai dengan ancaman dari Operasi Papua Merdeka atau OPM.

Baca Juga: 3 Negara Ini Menolak Tegas Rencana AS Relokasi Warga Gaza, Salah Satunya Raja Yordania yang Ingin Warga Palestina Bertahan

Ancaman yang mereka berikan adalah membakar sekolah yang melaksanakan program Makan Bergizi Gratis ini.

Makanan dalam program MBG dianggap sebagai racun untuk anak-anak Papua

Panglima OPM, Undius Kogoya menyatakan jika pembagian makanan dalam program MBG adalah upaya pemerintah untuk meracuni anak-anak Papua yang efeknya untuk jangka panjang.

Baca Juga: Ada Ancaman Pembakaran Sekolah yang Melaksanakan MBG di Papua Oleh OPM, Menhan: Tak Peduli Isu Politik, Ini Kemanusiaan

"Makan itu mengandung bahan berbahaya yang bisa meracuni generasi Papua jangka panjang," kata Undius.

"Kami tidak segan membakar sekolah dan membunuh para pengkhianat di Intan Jaya," tegasnya.

Bukan makan gratis, viral pelajar di Papua tuntut perbaikan pendidikan

Baca Juga: Trump Sebut Gaza Seperti Neraka, Presiden AS Itu Kini Dikecam Warga Palestina yang Tak Ingin Direlokasi Menuju ke Mesir Maupun Yordania

Selain kabar ancaman dari OPM, viral di sosial media jika para pelajar di Papua menuntut perbaikan pada pendidikan.

Diunggah lewat akun X (dulunya Twitter) @vyeimo83, terlihat para pelajar yang duduk sambil membentangkan sebuah spanduk mengkritik program Makan Bergizi Gratis.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X