Hampir 300 Unit Dapur Sehat untuk Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia Telah Dibangun, KSAD Sebut Biaya yang Dihabiskan Hingga Rp7 Miliar

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Minggu, 9 Februari 2025 | 20:05 WIB
Foto Program Makan Bergizi Gratis yang dicetuskan Presiden Prabowo. (Instagram/badangizinasional.ri)
Foto Program Makan Bergizi Gratis yang dicetuskan Presiden Prabowo. (Instagram/badangizinasional.ri)

NARASIDATA.COM - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG telah dimulai sejak 6 Januari 2025.

Dalam pelaksanaannya, TNI juga turut membantu menyukseskan program MBG yang dicetuskan oleh Presiden Prabowo.

Salah satunya dengan membantu dalam pembangunan dapur sehat untuk memproses makanan.

Baca Juga: Banyak Siswa Protes Sekolah Lalai Finalisasi PDSS, Panitia SNPMB Mundurkan Jadwal Hingga 4 Kali

Pembangunan 300 dapur sehat di Indonesia

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan kalau dapur sehat yang menjadi pendukung Makan Bergizi Gratis telah dibangun hampir 300 unit.

Nantinya, dapur sehat tersebut yang akan menyiapkan dan mengolah makanan untuk konsumsi dalam program MBG sebelum sampai ke penerima manfaat.

Baca Juga: Malaysia Klaim Ada Potensi Penyelidikan Penyelundupan Narkoba dan Senjata Terkait Penembakan 5 WNI, Kemlu Ungkap Keterangan Korban Penembakan

"Dapur sehat yang menyiapkan makanan bergizi buat masyarakat itu sampai dengan sekarang ada 200 lebih, mungkin sudah 300 dari Badan Gizi Nasional," ujarnya saat Kunjungan Kerja ke Makorem Wira Satya Denpasar, Bali pada Sabtu, 8 Februari 2025.

Peran TNI untuk membantu MBG

Ia mengatakan kalau MBG ini merupakan tanggung jawab dari Badan Gizi Nasional, pihaknya, TNI AD, hanya membantu untuk menyuksesan agar program ini berjalan lancar.

Baca Juga: Kemlu Buka Suara Tentang Perbedaan Kronologi yang Disampaikan, Minta Malaysia Dengar Keterangan Korban WNI Terkait Penembakan APMM

Dirinya menegaskan kalau TNI AD bukan pihak yang mengambil kebijakan utama, melainkan BGN sebagai pemilik wewenang penuh.

"Yang paling mempunyai kewenangan menjelaskan ini harusnya Badan Gizi Nasional, anggota-anggota kita ikut membantu melakukan itu" ujarnya.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X