Pemangkasan anggaran dari kegiatan-kegiatan seremonial
Pada kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga mengungkapkan tentang asal dana yang banyak menjadi sumber pemangkasan.
"Pos-pos anggaran yang tidak memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, seperti seremonial, rapat, seminar, kajian, diklat, honor sewa gedung, kendaraan, hingga percetakan, akan menjadi fokus pemangkasan anggaran," imbuhnya.
Hal ini senada dengan pidato Presiden saat menghadiri Pembukaan Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama di Surabaya pada Senin, 10 Februari 2025.
Presiden Prabowo menyentil pengeluaran yang menurutnya tidak penting untuk dilakukan.
"Saya ingin pengeluaran yang tidak perlu, pengeluaran yang mubazir, pengeluaran yang alasan untuk nyolong, saya ingin dihentikan, dibersihkan," ujar Presiden.
Ia menambahkan salah satu contohnya adalah perjalanan dinas ke luar negeri yang harus mulai dikurangi.
"Yang perlu ke luar negeri yang tugas, tugas belajar boleh, tugas atas nama negara boleh, jangan tugas yang dicari-cari untuk jalan-jalan," ungkap Presiden.
"Kalau mau jalan-jalan, pakai uang sendiri," tegasnya.
Baca Juga: Selain Lewat Aplikasi SATUSEHAT, Begini Cara Mendaftar Cek Kesehatan Gratis Ulang Tahun
Efisiensi anggaran tidak akan mengganggu kinerja pemerintah
Meski dilakukan pemotongan anggaran di sana-sini, pemerintah menjamin kalau pelayanan untuk masyarakat tidak akan berkurang.
"Efisiensi yang sesuai arahan Presiden Prabowo adalah menghilangkan lemak-lemak dalam belanja APBN kita, tapi tidak mengurangi otot," ujar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi pada Selasa, 11 Februari 2025.