Kemendiktisaintek Kembangkan Riset MBG yang Masih Pakai Produk Impor, Sebut akan Gandeng Industri di Desasa

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Sabtu, 15 Februari 2025 | 10:35 WIB
Suasana di SDN Jati 05 Pagi, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin 3 Februari 2025 saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan bersama para siswa. (x.com/setkabgoid)
Suasana di SDN Jati 05 Pagi, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin 3 Februari 2025 saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan bersama para siswa. (x.com/setkabgoid)
  1. Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah

Meskipun jumlah publikasi ilmiah di Indonesia terus meningkat, kualitasnya masih perlu ditingkatkan agar lebih berdampak dalam dunia akademik dan industri.

  1. Hilirisasi Produk dan Industri Bernilai Tinggi

Baca Juga: Komdigi Janjikan Internet Murah Rp100 Ribu untuk Masyarakat Indonesia, Ini Waktu Pelaksanaannya

Pilar kedua bertujuan untuk mengembangkan produk dan industri yang memiliki nilai tambah tinggi melalui riset. 

Hal ini termasuk inovasi di bidang pangan dan teknologi yang dapat menunjang program MBG.

Mengurangi Ketergantungan pada Produk Impor

Baca Juga: Aset Helena Lim Tetap Disita Pengadilan Tinggi, Ini Perbandingan Kekayaan Terdakwa Skandal Korupsi PT Timah Itu dengan Harvey Moeis

Fauzan menekankan bahwa Indonesia masih bergantung pada industri dagang dan impor produk luar negeri. 

Oleh karena itu, salah satu tujuan utama dari hilirisasi riset adalah mengganti produk impor dengan produk lokal yang telah dipatenkan dan dapat dikembangkan oleh universitas.

"Salah satu yang menjadi tujuan dari pengembangan pilar kedua ini adalah mengurangi impor atau mensubstitusi impor dengan produk-produk buatan kita yang paten-patennya. Mudah-mudahan, betul-betul bisa dimanfaatkan dan dikembangkan oleh kampus-kampus," ujarnya.

Baca Juga: Alasan Pemerintah Menerapkan E-Ijazah Mulai 2025 Ini, Bagaimana Ketentuan untuk Mencetaknya?

Membangun Kemitraan antara Riset, Industri, dan Masyarakat

Kemitraan antara dunia riset, industri, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menjadikan riset lebih aplikatif. Direktorat Kemitraan Riset dan Inovasi bekerja untuk menghubungkan penelitian dengan industri dan masyarakat agar hasil riset dapat menyelesaikan masalah-masalah di lapangan.

"Setelah terjalinnya kemitraan, kita ingin ujungnya adalah pengabdian kepada masyarakat. Jadi produk-produk kita bisa menyelesaikan masalah-masalah di masyarakat," jelas Fauzan.

Baca Juga: Polisi Bongkar Peran Sindikat Gas Oplosan Elpiji 3 kg di Jakarta hingga Bekasi, Ada yang Jadi 'Dokter' hingga Pengawas

Sebagai bagian dari inisiatif ini, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Pangan dalam membantu logistik program MBG. 

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X