Presiden Prabowo Target Percepatan Pemerataan Penerima Manfaat MBG, Kepala BGN: Butuh Rp25 Triliun Per Bulan

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Rabu, 19 Februari 2025 | 11:20 WIB
Presiden Prabowo saat memantau pelaksanaan MBG di SPPG Pulo Gadung, 3 Februari 2025. (Instagram/badangizinasional.ri)
Presiden Prabowo saat memantau pelaksanaan MBG di SPPG Pulo Gadung, 3 Februari 2025. (Instagram/badangizinasional.ri)

NARASIDATA.COM - Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas dari Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

Program ini sudah dimulai sejak 6 Januari 2025 dan di bawah naungan dari Badan Gizi Nasional.

Terbaru, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengungkapkan anggaran yang dibutuhkan MBG jika pemerataan untuk penerima manfaat dipercepat.

Baca Juga: Telisik Aksi Mahasiswa 'Indonesia Gelap' di Berbagai Daerah Tanah Air, dari Jakarta hingga Surabaya

Badan Gizi Nasional Butuh Rp25 Triliun Tiap Bulan

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana memberi respon atas pernyataan Prabowo mengenai percepatan program Makan Bergizi Gratis.

Dadan, menyebut angka Rp25 triliun sebagai anggaran yang diperlukan oleh BGN jika pemerataan MBG bagi penerima manfaat ingin dipercepat.

Baca Juga: Heboh Billy Syahputra Bongkar Modus Pencurian Rp1,5 Miliar Tabungan Almarhum Olga: Pelaku Sudah Mengaku

“Saya sudah jelaskan, kalau percepatan itu harus dilakukan maka BGN butuh untuk 2025, butuh Rp25 triliun per bulan untuk makan bergizi,” ujar Dadan kepada media di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta, pada Senin, 17 Februari 2025.

Dadan mengatakan jika anggaran awal yaitu Rp71 triliun adalah dana untuk target 15 sampai 17,5 juta penerima manfaat hingga akhir tahun.

"Pak Presiden kan minta percepatan, minta percepatan artinya 82,9 juta sudah harus menerima manfaat di akhir tahun," imbuhnya.

Baca Juga: Hotman Paris Seret Istri Razman yang Sudah Minta Maaf ke MA: Mudah-mudahan Dia juga Segera Ditetapkan Statusnya

Menurut Dadan, munculnya angka baru mengenai anggaran MBG ini karena sebelumnya BGN yang telah memiliki dana sudah membuat target pencapaian seperti di awal.

Namun karena permintaan percepatan, ada dana tambahan yang dibutuhkan.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X