Prabowo Beri Pesan untuk Selalu Transparan dalam Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan Singgung Potensi Penyimpangan di Dapur MBG

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Rabu, 19 Februari 2025 | 18:45 WIB
Presiden Prabowo memimpin konferensi video dengan SPPI terkait pelaksanaan MBG di Istana Negara, Selasa, 18 Februari 2025. (setkab.go.id)
Presiden Prabowo memimpin konferensi video dengan SPPI terkait pelaksanaan MBG di Istana Negara, Selasa, 18 Februari 2025. (setkab.go.id)

Baca Juga: Menyoal Ramainya Tren #KaburAjaDulu, Istana: Merantau ke Luar Negeri Harus Punya Skill

Wacana tambahan anggaran Rp100 Triliun sempat muncul ketika Presiden Prabowo memberikan instruksi baru untuk mencapai target 89 juta penerima manfaat dan BGN membutuhkan tambahan anggaran.

"Jadi Pak Presiden bertanya ke kami, kalau diajukan percepatan berada dana yang dibutuhkan? Kami jawab Rp100 Triliun," kata Kepala BGN, Dadan Hindayana pada Sabtu, 25 Januari 2025 lalu usai Rampinas PIRA.

Dalam update terbaru, BGN mengalami pemotongan anggaran 0,28 persen imbas efisiensi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo.

Baca Juga: Istana Buka Suara Terkait Penolakan MBG di Papua, Ingatkan untuk Tidak Menghalangi Hak Penerima Manfaat Lainnya

"Anggaran yang awalnya Rp71 triliun kemudian berkurang Rp200,2 miliar," kata Dadan usai Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Rabu, 12 Februari 2025.

Meski ada pemotongan anggaran, Dadan menyatakan jika hal tersebut tidak akan memengaruhi keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis.

"Enggak ada (pemotongan anggaran). Kalau seluruh kementerian kan anggaran pegawai enggak ada yang kena pangkas, program MBG juga tidak kena," kata Dadan.***

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X