news

Tito Karnavian Merespon Ada Kepala Daerah yang Tidak Mengikuti Retret, Sebut Kehilangan Momen untuk Saling Mengenal Pemimpin Daerah Lain

Minggu, 23 Februari 2025 | 14:30 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebut Kepala Daerah yang absen retret akan merugi. (Insatagram/kemendagri)

“Partai hanya kendaraan untuk bisa ikut dalam pemilihan, ketika dia terpilih tanggung jawab nomor satu bukan kepada partainya,” imbuh Tito.

Tito juga mengatakan jika setelah pemilihan, pertanggungjawabannya beralih ditujukan kepada rakyat.

“Nomor satu tanggung jawab kepada rakyat yang memilih dia,” imbuhnya.

Baca Juga: Teriakan Mahasiswa di Aksi ‘Indonesia Gelap’, dari Jakarta yang Nyanyikan Lagu Sindiran ke Polisi hingga Poster-poster Peringatan di Bandung!

Untuk kegiatan bersosial, mereka yang tidak mengikuti retret ini akan kehilangan waktu untuk bisa saling mengenal kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Nanti mereka kehilangan momentum untuk bisa mendapatkan teman baru, mengenal para menteri, dan juga kenal dengan gubernur, misalnya,” tuturnya.

Manfaat Retret Kepala Daerah di Magelang

Baca Juga: Sorotan Khusus: Karya Lagu Satire ke Oknum Polisi ‘Nakal’, Kini Ada 4 Personel Polda Jateng yang Terlibat Dugaan Intimidasi ke Band Sukatani

Tito mengungkapkan jika agenda ini menjadi penting untuk para kepala daerah bisa saling berkoordinasi dan menjalin kerja sama.

“Tadi saya datang dengan pak Bima satu per satu ke tenda ada yang dari Jawa, dari Sragen kalau nggak salah, ada yang dari Timur, ya ada yang dari Ambon, gabung, saling kenal,” ucap Tito.

Itu yang kita harapkan, saling kenal, saling bantu, saling kerja sama,” ujarnya.

Baca Juga: Dilema Tri Cahyaningsih, Peserta yang Gugur Seleksi Meski Dapat Skor Tertinggi CPNS 2024 hingga Pernah 2 Kali Ikut Tes di Kemenkumham

“Nah, ini kepentingan daerah bukan hanya untuk kepentingan daerah mereka tetapi kepentingan bangsa, kepentingan untuk rakyat masing-masing,” imbuhnya.

Instruksi Kepala Daerah dari Partai PDI-P untuk Menunda Ikut Retret

Sebelumya, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mengeluarkan surat instruksi 7295/IN/DPP/II/2025 pada 20 Februari 2025 berkaitan dengan retret.

Halaman:

Tags

Terkini