Pernyataan tentang potensi pangan dari daerah ini berbarengan dengan ucapannya yang kontroversial mengenai menu MBG dengan serangga dan ulat sagu.
“Nah, isi protein di berbagai daerah sangat tergantung potensi sumber daya lokal dan kesukaan lokal, jangan diartikan lain, ya,” kata Dadan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 3 Februari 2025 lalu.
“Yang banyak ikan, ikan lah yang mayoritas, seperti itu,” imbuhnya.
Baca Juga: Menyoal Isu Pertamax Oplosan dan Klarifikasi Pertamina, Kejagung: yang Kita Selidiki 2018-2023
“Sama juga dengan karbohidrat, kalau orang sudah terbiasa makan jagung, ya karbohidratnya jagung meskipun nasi mungkin diberikan juga,” kata Dadan.
“Tapi di daerah-daerah yang memang tidak terbiasa makan jagung, ya makan nasi,” ujar Dadan lagi.
***