news

Kepala BGN Soroti Kebiasaan Masak Mitra MBG, Sebut Belum Terbiasa Masak Banyak Bisa Jadi Penyebab Kasus Keracunan

Jumat, 28 Februari 2025 | 11:00 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional menyebut penyebab keracunan MBG karena mitra yang belum berpengalaman. (Instagram/badangizinasional.ri)

Dadan menyatakan jika pengetahuan tidak cukup untuk para mitra bisa menjalankan program Makan Bergizi Gratis ini.

Menurutnya, butuh kebiasaan dan pengalaman untuk bisa memasak dalam porsi yang besar.

“Karena untuk bisa memasak, biasa masak 1 sampai 10 untuk bisa 1.000 sampai 3.000  butuh waktu untuk membiasakan sampai kematangannya cukup,” kata Dadan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Respon Isu Pertamax Oplosan yang Dijual Pertamina, Janji Tindak Tegas untuk Membela Rakyat

Selain tingkat kematangan, ia juga mengatakan tentang kesamaan rasa masakan dalam kebiasaan memasak di porsi besar.

Melakukan Evaluasi Rutin Pelaksanaan MBG

Dadan juga mengungkapkan jika mereka selalu melakukan evaluasi tiap pelaksanaan Makan Bergizi Gratis ini.

Baca Juga: Masyarakat Indonesia Pemakai BBM Non Subsidi Kecewa, Ternyata Ini Bahaya Mengoplos Pertamax pada Performa Kendaraan

“Kami evaluasi setiap hari dan kami menyarankan untuk yang baru-baru, tidak mulai langsung banyak tetapi harus mulai dari kecil,” ujarnya.

“Jadi, kalau mereka menjadi mitra kemudian ingin melakukan penyaluran makan bergizi, maka kami sarankan mulai dari 100-190," imbuh Dadan.

Program Makan Bergizi Gratis Sudah Dilakukan di Seluruh Indonesia

Baca Juga: Cerita Guru Honorer di Karawang Soal Skandal Dugaan Pertamax Oplos: Pantas Mesin Motor Saya Sering Bermasalah

Saat hadir dalam acara peresmian Danantara di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Senin, 24 Februari 2025, Dadan mengklaim MBG sudah terlaksana di seluruh Indonesia.

“Kalau saya sendiri tadi hanya melaporkan terkait dengan pelaksanaan program makan bergizi,” ujar Dadan.

“Alhamdulillah sudah lengkap di 38 provinsi ya, karena yang Papua Tengah baru jalan hari ini,” imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini