news

Kenapa Bacaan Shalat Witir Setelah Tarawih Biasanya al-A’la, al-Kafirun dan al-Ikhlas?

Sabtu, 1 Maret 2025 | 18:25 WIB
Foto ilustrasi shalat berjamaah di masjid. (Unsplash/Masjid Pogung Dalangan)

Masjid-masjid di Indonesia biasanya shalat witir dengan 3 rakaat.

Lalu bacaan dalam shalat witir biasanya adalah di rakaat pertama dengan membaca al-A’la, rakaat kedua membaca al-Kafirun, dan rakaat ketiga membaca al-Ikhlas.

Ada perbedaan di kalangan ulama mengenai bacaan shalat witir ini, khususnya pada bacaan di rakaat ketiga.

Baca Juga: Sempat Bikin Heboh di Medsos, Pertamina Ungkap Insiden Kebakaran di Kilang Cilacap Berasal dari Tangki yang Sedang Proses Pemeliharaan

Mengutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama atau NU, para ulama Syafi’iyyah dan Hanabilah sepakat bahwa yang disunnahkan dibaca pada dua rakaat awal shalat witir adalah surat al-A’la di rakaat pertama dan al-Kafirun di rakaat kedua.

Untuk rakaat terakhir, ulama Syafi'iyyah berpendapat  untuk membaca surat al-Ikhlas beserta al-Mu’awwidzatain.

Mu’awwidzatain merupakan sebutan untuk dua surat terakhir di al-Quran, yakni al-Falaq dan an-Nas.

Baca Juga: Berbagai Upaya Penyelamatan Gagal Dilakukan, Dirut Sritex Ucapkan Terima Kasih pada Seluruh Karyawan

Sedangkan menurut Hanabilah, cukup hanya dengan membaca surat al-Ikhlas.

Dasar Bacaan Rakaat Ketiga Shalat Witir

Para ulama dari kalangan Syafi’iyyah memakai dasar hadits riwayat an-Nasai dan Ibnu Majah.

Baca Juga: Banding-banding Insiden Kebakaran di Kilang Minyak Pertamina Cilacap, Begini Beda Kronologi Kasus yang Terjadi Tahun 2025 vs 2021

Pada hadits tersebut menunjukkan saat Sayyidah Aisyah ditanya surat apa yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW ketika shalat witir.

Sayyidah Aisyah kemudian mengungkapkan jika Nabi di rakaat pertama membaca surat al-A’la, rakaat kedua membaca al-Kafirun, dan rakaat ketiga membaca al-Ikhlas beserta al-Mu’awwidzatain (al-Falaq dan an-Nas).

Kemudian mengutip dari Muhammadiyah, bacaan shalat witir dengan al-A’la, al-Kafirun, dan al-Ikhlas.

Halaman:

Tags

Terkini