news

5 Alasan Konsumen Diminta Jangan Buru-Buru Beli Mobil Listrik: Dari SPKLU Langka hingga Biaya Baterai Selangit

Rabu, 9 Juli 2025 | 07:21 WIB
Foto ilustrasi mobil listrik. (Unsplash/MichaelFousert)

Beberapa merek bahkan dijual lebih mahal dibandingkan di negara asalnya. 

  1. Nilai Jual Kembali yang Tidak Menentu

Bagi mereka yang biasa berganti mobil tiap beberapa tahun, mobil listrik belum bisa memberi jaminan.

Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-laki kembali Erupsi Dahsyat, Kolom Abu Capai 19 Ribu Meter

“Harga jual bekas mobil listrik masih ‘abu-abu’,” kata ulasan itu.

Faktor degradasi baterai dan cepatnya perkembangan teknologi membuat mobil listrik bekas kurang diminati pasar, berbeda dengan mobil konvensional yang sudah punya rekam jejak.

  1. Biaya Penggantian Baterai yang Tinggi

Baca Juga: Mayat Wanita Ditemukan di Sungai Citarum, Enam Pelaku Diamankan Polisi Termasuk Sopir Pribadi

Meski memiliki efisiensi bahan bakar dan perawatan, biaya jangka panjang menjadi kekhawatiran.

"Hidden cost jangka panjang harus disiapkan untuk penggantian baterai," jelas narasi tersebut.

Dengan harga baterai yang bisa tembus puluhan bahkan ratusan juta rupiah, konsumen perlu mempertimbangkan biaya ini dalam jangka panjang, terutama setelah masa garansi habis.

Baca Juga: Komitmen Kementerian Pariwisata dan Pemkab Manggarai Barat Perkuat Tata Kelola Pengunjung di Destinasi Labuan Bajo

  1. Tidak Sesuai Semua Gaya Hidup

Terakhir, mobil listrik disebut belum cocok untuk semua orang.

“Mobil listrik tidak cocok untuk semua orang atau gaya hidup,” jelas video tersebut.

Baca Juga: Waspada Banjir Rob Ancam Pesisir Jakarta hingga 13 Juli, BPBD Sebut Dipicu Pasang Laut dan Bulan Purnama

Ulasan dari Chris Delano ini menghadirkan suara dari sisi pengguna yang seringkali tak terdengar di tengah promosi besar-besaran. 

Dengan memahami lima alasan ini, calon pembeli diharapkan bisa mengambil keputusan yang lebih bijak, tidak hanya tergiur tren, tetapi juga siap menghadapi tantangan riil penggunaan mobil listrik di Indonesia.***

Halaman:

Tags

Terkini