news

Pesta di Atas Derita: Kritik Tajam LSM Prabhu Indonesia Jaya atas Perayaan HJC

Minggu, 20 Juli 2025 | 22:13 WIB
Hendra Malik, Ketua Harian DPP PRABHU INDONESIA JAYA

NARASIDATA.COM - Peringatan Hari Jadi Cianjur (HJC) tahun ini kembali menuai kritik tajam. Sorotan datang dari LSM PRABHU INDONESIA JAYA yang menilai perayaan tersebut terlalu sarat dengan seremoni megah dan hiburan, namun minim perhatian terhadap persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat, khususnya di sektor kesehatan.

Ketua Harian DPP LSM PRABHU INDONESIA JAYA, Hendra Malik, menyatakan bahwa HJC seharusnya menjadi momentum evaluasi, bukan ajang pesta yang memabukkan kesadaran publik.

“Apa artinya gegap gempita perayaan jika rakyat kecil masih kesulitan untuk sekadar berobat? Apa makna panggung musik dan ucapan penuh bunga, jika di pelosok kampung masih ada anak-anak yang kurang gizi, ibu hamil yang tidak tertangani secara layak, dan lansia yang terbengkalai tanpa jaminan kesehatan?” tegas Hendra dalam pernyataannya, Minggu, 20 Juli 2025.

Baca Juga: Momen Gibran Datangi Sekolah Rakyat di Malam Hari, Bagikan Donat untuk Para Siswa dan Mengenang Pengalaman Masa Lalu

Hendra menilai bahwa pemerintah daerah, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, telah keliru dalam menentukan prioritas. Ia mengkritik keras dominasi hiburan dan pesta dalam peringatan HJC, sementara masih banyak warga yang menjerit karena kesulitan akses pelayanan kesehatan dasar.

“Rakyat tidak butuh tontonan, rakyat butuh tindakan. Rakyat tidak sedang lapar hiburan, mereka lapar perhatian, lapar keadilan sosial, dan lapar pelayanan dasar yang manusiawi,” tambahnya.

Menurutnya, ini adalah saat yang tepat bagi pemerintah daerah untuk berhenti meninabobokan publik dengan gemerlap panggung dan seremoni. Ia mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati segera mengambil langkah nyata, tegas, dan terukur dalam membenahi sektor kesehatan di Cianjur.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tanggapi Kasus Kericuhan di Pesta Rakyat Pernikahan Anaknya yang Berujung Duka

“Perkuat layanan Puskesmas dan rumah sakit daerah, pastikan seluruh warga terutama yang tidak mampu mendapat akses berobat yang setara dan berkualitas, tanpa diskriminasi dan tanpa kendala biaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendra menekankan bahwa peringatan HJC seharusnya dijadikan tonggak refleksi sejauh mana kesejahteraan masyarakat telah ditingkatkan. Bukan sekadar dilihat dari gegap gempita panggung, tetapi dari data konkret kesejahteraan rakyat.

“Jangan sampai pemerintah daerah kehilangan kepekaan sosial, terjebak dalam euforia sesaat, dan lupa bahwa jabatan adalah amanah yang melekatkan tanggung jawab terhadap penderitaan rakyat,” pungkasnya.

Baca Juga: 5 Kejanggalan yang Disorot Said Didu soal Vonis 4,5 Tahun Tom Lembong di Kasus Impor Gula

LSM PRABHU INDONESIA JAYA berharap pemerintah daerah tidak melupakan substansi dari peringatan HJC: yaitu keberpihakan pada rakyat. Bila tidak, maka yang akan dikenang bukanlah kemeriahan HJC, melainkan ironi sebuah pemerintahan yang berpesta di tengah derita.***

Tags

Terkini