news

Sempat Diproyeksikan untuk Dorong Pertumbuhan 5,4 Persen Ekonomi RI, Produk Sawit-Karet Kini Bebas Tarif Impor AS

Kamis, 28 Agustus 2025 | 12:20 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. (Instagram.com/@airlanggahartarto_official)

Sebelumnya diketahui, pemerintah menargetkan kesepakatan ini bisa membantu mencapai proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada 2026. 

Terpisah, menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso pernah menyampaikan target agar negosiasi tarif dengan AS selesai sebelum 1 September 2025. 

“Mudah-mudahan sebelum 1 September sudah selesai,” kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta, pada Senin, 4 Agustus 2025.

Baca Juga: Kerugian Ekonomi Akibat Wabah PMK Tembus Rp9 Triliun, Pemerintah Kini Perketat Vaksinasi Ternak di 2025

Budi menjelaskan, pemerintah fokus untuk mendorong pengurangan tarif terhadap komoditas yang tidak diproduksi oleh AS, dan menegaskan meski dikenakan tarif 19 persen, posisi Indonesia masih lebih kompetitif dibandingkan negara lain. 

“Kalau kita lihat, tarif resiprokal 19 persen itu cukup bagus di kawasan Asean. Bahkan lebih kecil dari beberapa negara seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand,” tandasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini