news

200 Pedagang di Denpasar Tekor Imbas Barang Jualannya Terseret Banjir, Gubernur Koster Janji Ganti Rugi Lewat APBD

Kamis, 11 September 2025 | 13:05 WIB
Gubernur Bali, I Wayan Koster angkat bicara terkait kerugian yang dialami para pedagang imbas bencana banjir di Kota Denpasar. (Dok. DPD PDIP Provinsi Bali)

NARASIDATA.COM - Banjir besar yang melanda Kota Denpasar membuat sekitar 200 pedagang Pasar Badung mengalami kerugian, pada Rabu, 10 September 2025. 

Barang dagangan mereka diketahui hanyut terbawa arus banjir, bahkan terdapat pula produk jualan yang rusak sehingga tak layak dijual kembali.

Perihal itu, kini Gubernur Bali, Wayan Koster meminta Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara untuk segera mendata seluruh kerugian, baik pedagang pasar maupun bangunan yang rusak di sekitar Tukad Badung.

Baca Juga: Soal Rombak Tunjangan Rumah Pejabat, Bobby Nasution Ingatkan Pemprov-DPRD Perlu Sepakati Angkanya

“Di sini pedagang pasar ada sekitar 200, jadi karena barangnya hanyut dan rusak maka akan diganti rugi," ungkap Koster kepada awak media di Denpasar, Bali, pada hari yang sama. 

"Berapa besarnya, saya minta Pak Wali Kota menghitung semua. Kemudian ada bangunan yang roboh dan rusak, itu akan direhabilitasi,” imbuhnya.

Selain Pasar Badung, dua toko kain di pesisir Tukad Badung juga diketahui runtuh akibat terjangan banjir. 

Baca Juga: Sebut Ucapannya Terkait Tuntutan 17 Plus 8 Dipelintir, Menkeu Purbaya Minta Maaf dan Janji Perbaiki Komunikasi Publik

Terkait kerugian yang dialami para pedagang, Koster menjelaskan, biaya ganti rugi akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Bali serta Kota Denpasar.

“Baik untuk ganti rugi material dagangan pedagang maupun bangunan yang rusak, semuanya akan didanai dari APBD. Jadi semuanya akan diganti rugi,” jelasnya.

Koster lalu menyebut, banjir kali ini dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi selama sehari penuh. 

Baca Juga: Didapuk Jadi Menko Polkam Pengganti Budi Gunawan, Menhan Sjafrie Mengaku Siap Emban 2 Jabatan Sekaligus

Selain itu, aliran Tukad Badung yang cukup panjang membuat debit air meningkat drastis hingga meluap ke kawasan pemukiman dan pasar.

“Ini kan hulunya jauh, panjang Tukad Badung. Lalu curah hujan memang sangat tinggi sejak kemarin. Tentu saja ini menimbulkan masalah banjir,” tutur Koster.

Halaman:

Tags

Terkini