news

Kebijakan Trump Setop Bantuan Obat Berdampak ke Indonesia, Akankah Angka HIV di Indonesia akan Meroket?

Jumat, 31 Januari 2025 | 21:33 WIB
Dampak kebijakan Trump menghentikan bantuan obat terhadap Indonesia. (Freepik/freepik)

Dampak terhadap Indonesia

Meski tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan AS dalam penyediaan obat ARV, Indonesia tetap merasakan dampak dari kebijakan ini. Direktur eksekutif Indonesia AIDS Coalition (IAC), Aditya Wardhana, mengingatkan bahwa sebagian besar program HIV di Indonesia didanai oleh donor asing, termasuk dari AS. 

Selain itu, ia menyoroti kebijakan Trump yang dapat mempengaruhi pendekatan terhadap isu gender dalam program penanggulangan HIV di Indonesia.

Baca Juga: Jawa Tengah dan Beberapa Wilayah Lain Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Mencegah Banjir karena Curah Hujan Tinggi

"Dalam pidato inagurasi Trump, dia secara eksplisit mengatakan kebijakan AS hanya mengakui dua gender: laki-laki dan perempuan. Di Indonesia, program penanggulangan HIV sangat berkaitan dengan teman-teman transgender. Prevalensi HIV di kelompok transgender cukup tinggi," ujar Aditya dalam wawancara dengan media.

Menkes Ungkap Langkah Pemerintah dalam Mengantisipasi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengakui bahwa kebijakan Trump terkait penghentian bantuan medis dapat berdampak pada Indonesia. 

Baca Juga: Prabowo Ingatkan Pimpinan TNI-Polri: Rakyat Menuntut Dedikasi yang Tinggi

Selain HIV, penghentian bantuan ini juga mencakup obat-obatan untuk tuberkulosis (TBC) dan malaria. 

Namun, Budi menyatakan bahwa Indonesia sudah mulai mengurangi ketergantungan pada dana hibah AS dengan menjalin kerja sama dengan negara lain, seperti Arab Saudi dan India.

"Amerika memang membekukan semua bantuan, dan Indonesia juga terdampak. Beruntungnya, sumber hibah kita sudah lebih beragam, tidak hanya dari AS. Itu sebabnya Pak Prabowo sudah mengalokasikan dana dari APBN untuk menutupi kebutuhan, misalnya dalam penanggulangan tuberkulosis," kata Budi saat ditemui di RS Harapan Kita, Kamis 30 Januari 2025.

Baca Juga: Prabowo: TNI dan Polri Harus Selalu Mawas Diri dan Koreksi Diri

Ia juga menambahkan bahwa dampak penghentian bantuan ini tidak hanya dirasakan langsung dari lembaga AS seperti CDC, tetapi juga secara tidak langsung melalui WHO dan Gavi, yang masih bergantung pada pendanaan AS.

"Pasti akan ada dampaknya, baik dari pendanaan langsung melalui CDC atau pemerintah AS, maupun secara tidak langsung melalui WHO dan Gavi, yang sebagian besar dananya masih bergantung pada AS," katanya.

Saat ini, Kementerian Kesehatan tengah mengevaluasi dampak dari pembekuan hibah AS serta mencari alternatif sumber pendanaan lain. 

Halaman:

Tags

Terkini