news

Sederet Kilas Balik Kasus Perampokan WNA di Bali, Terbaru ‘Geng Rusia’ Hadang Laju Mobil Warga Ukraina hingga Rampas Kripto Rp3,4 M!

Sabtu, 1 Februari 2025 | 09:10 WIB
Potret video amatir yang viral di medsos terkait kasus geng rusia yang menculik WNA Ukraina di Bali. (X.com/@auxiliarywits)

Kasus perampokan yang melibatkan WNA juga pernah terjadi di Kabupaten Badung, Bali, pada tahun 2021 silam.

Pelakunya berasal dari negara luar, yakni berinisial N asal Italia dan G dari Inggris.

Sementara korban merupakan pasangan suami istri yang berasal dari Italia, yakni CG dan PN. Salah satu pelaku, N, merupakan mantan karyawan dari pihak korban.

Baca Juga: Fenomena Istilah Baru 'Ubur-ubur Ikan Lele' di Medsos, Ternyata Bermula dari Video Orang Kena Tilang Polisi hingga Jadi Lirik Lagu Rap Indo

Kejadian bermula saat korban menginap di sebuah vila di Jalan Nakula, Seminyak, Kuta, Badung, Bali, pada November 2021 lalu.

Saat perampokan berlangsung, istri korban, CG terbangun karena mendengar suara ledakan, bahkan ia melihat sudah ada para pelaku yang tengah menyekap suaminya, PN.

Dalam keterangan korban, pelaku saat itu berada di vila menggunakan pakaian serba hitam-hitam, bahkan sarung tangan dan penutup kepala yang digunakan serba hitam.

Baca Juga: Sindiran Media Vietnam ke Garuda U-20 usai Kalah Beruntun di Mandiri Challenge Series 2025, Bikin Indra Sjafri Putar Otak Jelang Bertemu India

Korban Camilla saat terbangun kemudian ditodong menggunakan pisau belati lalu diikat tangan dan kakinya menggunakan lakban serta menutup mulut.

Pelaku sempat mengambil satu ponsel yang berisi akun Bitcoin korban dan meminta kata sandinya. Pihak korban pun tidak berdaya karena terus diancam dan dipukul pelaku.

Setelah menjalankan aksinya, pelaku pun lantas kabur. Kemudian, korban mengecek akun binance miliknya yang tercatat perpindahan aset digital ke sebuah akun yang diduga milik pelaku, N.

Baca Juga: Penembakan 5 WNI oleh Polisi Malaysia, Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur Jamin Pendampingan Hukum

Transaksi itu dilakukan sebanyak tiga kali dengan total kerugian mencapai Rp5,8 miliar.***

Halaman:

Tags

Terkini