news

Kasus Penembakan 5 WNI di Malaysia, PM Anwar Ibrahim: Indonesia adalah Teman Kami, Tidak Ada yang Ditutup-tutupi

Selasa, 4 Februari 2025 | 18:10 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim merespon penembakan WNI dan permintaan Presiden Prabowo. (Instagram.com/kemensetneg.ri)

Respon Perdana Menteri Anwar Ibrahim, berharap hubungan Indonesia dan Malaysia tetap kuat

Perdana Menteri Anwar Ibrahim meyakinkan bahwa pemerintah akan melakukan penyelidikan menyeluruh dan menegakkan supremasi hukum.

Sambil berharap jika hubungan kuat Malaysia dan Indonesia tidak akan terpengaruh karena insiden tersebut.

Baca Juga: Kasus 4 Tahun Lalu Kembali Mencuat, Sosok KS yang Berprofesi Pengacara Itu Pernah Dibeberkan Iwan Fals di Medsos

Anwar Ibrahim juga menyadari jika dalam memandang kasus ini, ada dua sudut pandang yang berbeda dari masing-masing negara.

"Insiden tersebut bermula dari tudingan bahwa warga negara Indonesia dianiaya oleh pihak berwenang Malaysia sehingga mengakibatkan satu orang tewas dan empat orang luka-luka," kata Anwar Ibrahim saat berpidato di acara acara minum the Tahun Baru Imlek di SJK (C) Chong Wha Kanthan Baru pada Jumat, 31 Januari 2025.

"Media lokal di sini memberitakan bahwa ini terkait dengan sindikat penyelundupan ilegal, sedangkan di Indonesia, tindakan kami digambarkan melanggar hukum dan tidak manusiawi," imbuhnya.

Baca Juga: Fakta Iwan Fals Datangi Polres Metro Jaksel: demi Tuntaskan Kasus Pencemaran Nama Baik OI Sejak 4 Tahun Lalu

Anwar Ibrahim juga mendesak Indonesia untuk mengatasi kekhawatiran yang berkembang mengenai penyelundupan obat-obatan terlarang dan barang ilegal ke Malaysia.

Selain itu juga masalah terkait perdagangan manusia dan penyeberangan perbatasan tanpa izin.

Respon Anwar Ibrahim pada pernyataan Presiden Prabowo tentang penyelidikan yang transparan

Baca Juga: Gejala Awal dan Pencegahan Kanker Perut, Penyakit yang Diderita Lee Joo-sil Sejak 3 Bulan Lalu

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menanggapi tentang permintaan Presiden Prabowo kepada Malaysia untuk melakukan penyelidikan secara transparan.

"Saya mengetahui pernyataan Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang juga meminta pengusutan menyeluruh," ujarnya.

"Indonesia adalah teman kami, dan saya jamin penyelidikan ini akan transparan dan menyeluruh. Tidak akan ada yang ditutup-tutupi," imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini