news

Sebelum Lepaskan Tembakan, Mendagri Malaysia Ungkap APMM Sudah Memberikan Peringatan Sesuai Prosedur

Kamis, 6 Februari 2025 | 09:15 WIB
Ilustrasi foto penembakan (pixabay/Monoar_CGI_Artist)

Menteri Dalam Negeri Malaysia ungkap kronologi penembakan APMM pada 5 WNI 

Kapal yang ditumpangi 5 WNI mengabaikan peringatan APMM

Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Parlemen pada Senin, 3 Februari 2025 menjelaskan kronologi terjadinya penembakan di wilayah Tanjung Rhu, Selangor pada Jumat, 24 Januari 2025 lalu.

Baca Juga: Insiden Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi: Bermula dari Truk Air Mineral Tabrak Antrean Mobil hingga 2 GT Rusak Parah

Bermula pada pukul 02.58 saat Pusat Pengendalian Area di Klang mendeteksi sebuah kapal mencurigakan memasuki perairan Malaysia di dekat Pulau Carey.

Kapal Penggalang 31 kemudian berhasil mengidentifikasi kontak mencurigakan tersebut. 

APMM kemudian memperkenalkan diri menggunakan pengeras suara untuk mengeluarkan peringatan. 

Baca Juga: Prabowo Makan Siang Bersama JK, Bahas soal Gabah hingga Stok Pangan Jelang Ramadhan

"Memberikan peringatan dini merupakan prosedur yang sangat penting dan telah dilaksanakan," kata Saifuddin.

Dalam penjelasannya, Saifuddin menyatakan jika kapal tersebut justru mengabaikan peringatan yang telah diberikan.

"Indikasi bahwa kapal tersebut tidak menghiraukan peringatan adalah kapal terus melaju kencang," ujar Saifuddin.

Baca Juga: Buntut Nyanyikan Lagu Bilang Saja Tanpa Izin Pencipta Lagunya, Agnez Mo Didenda Rp1,5 Miliar kepada Ari Bias

Selanjutnya, kapal Penggalang 31 milik APMM melakukan pengejaran.

Pengejaran dan usaha menabrak kapal milik APMM

Saifuddin menjelaskan saat pengejaran dilakukan, kapal yang ditumpangi 5 WNI berusaha menabrak Penggalang 31.

Halaman:

Tags

Terkini