news

Ada Ancaman Pembakaran Sekolah yang Melaksanakan MBG di Papua Oleh OPM, Menhan: Tak Peduli Isu Politik, Ini Kemanusiaan

Kamis, 6 Februari 2025 | 21:05 WIB
Penerima manfaat program MBG untuk seluruh wilayah Indonesia. (Instagram/badangizinasional.ri)

Baca Juga: Sebelum Lepaskan Tembakan, Mendagri Malaysia Ungkap APMM Sudah Memberikan Peringatan Sesuai Prosedur

Alasan MBG belum berjalan di Papua

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana membeberkan beberapa alasan kenapa program MBG ini masih belum berjalan di Papua.

Namun, Dadan mengungkapkan jika pemerintah tengah mengusahakan untuk program MBG segera bisa menjangkau Papua dan Papua Tengah.

Baca Juga: Peran Satu WNI yang Ditahan di Malaysia Terungkap, Mendagri Malaysia Bakal Perdalam Penyelidikan Usai Curigai Ada Kemungkinan Penyelundupan Narkoba

"Ada 3 faktornya, satu, anggaran. Dua, sumber daya alam manusia, tiga, infrastruktur," kata Dadan usai menghadiri Rapat Kerja Komisi IX DPR pada Senin, 3 Februari 2025.

"Anggaran sudah selesai, SDM ada, tapi infrastruktur belum," imbuhnya.

Target dan realisasi program MBG

Baca Juga: Update Pertemuan Trump-Netanyahu di AS: Soal Relokasi Warga Gaza hingga Geliat Perdamaian Israel dengan Arab Saudi

Sampai pada pertengahan bulan Februari ini ditargetkan ada 1,5 juta orang yang akan menjadi penerima manfaat MBG sejak program pertama kali dilaksanakan.

Sampai pada 3 Februari 2025, diketahui sudah 730 ribu penerima manfaat MBG dengan jumlah unit SPPG adalah 245 di 34 provinsi di Indonesia.

Untuk target tahun 2025, penerima manfaat MBG adalah 82,9 juta orang

Baca Juga: Korban Penembakan 5 WNI di Malaysia yang Sempat Koma dan Kritis Meninggal Dunia, Identitasnya Masih Belum Diketahui

"Kalau nanti pertengahan Februari 1,5 persen, itu berarti kurang 98,5 persen," jelasnya.

"Itu kan masih banyak peluangnya. Jadi bagi masyarakat enggak usah khawatir akan ketinggalan program ini karena program kami baru 0,8 persen," ujar Dadan.

Halaman:

Tags

Terkini