news

3 Negara Ini Menolak Tegas Rencana AS Relokasi Warga Gaza, Salah Satunya Raja Yordania yang Ingin Warga Palestina Bertahan

Kamis, 6 Februari 2025 | 22:00 WIB
Donald Trump mengunjungi lokasi kebakaran Los Angeles (instagram.com/realdonaldtrump)

NARASIDATA. COM - Sedang hangat diperbincangkan publik internasional terkait Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang mencetuskan relokasi warga Gaza.

Dilansir dari Reuters, pernyataan itu diutarakan Trump dalam pertemuan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington, D.C, pada Rabu, 5 Februari 2025. 

"AS mendukung relokasi warga Palestina di Jalur Gaza dengan mengatakan AS mendukung relokasi warga Gaza secara permanen," cetus Trump.

Baca Juga: Meski Program Pangeran Harry Dianggap Tak Laku, Meghan Markle Sudah Disiapkan Proyek Baru Oleh Netflix

Trump mengaku heran dengan penolakan dari warga Palestina terkait rencana relokasi yang digagas olehnya.

"Saya tidak berpikir orang-orang harus kembali ke Gaza. Mengapa mereka ingin kembali? Tempat itu seperti neraka," ujar Presiden AS itu.

Terkait hal ini, sebelumnya Trump pernah bersikeras untuk merelokasi warga Palestina dari Gaza menuju ke Mesir Yordania.

Baca Juga: Jalur Perbatasan Diduga Jadi Tempat Penyelundupan? Begini Kata Budi Gunawan hingga Sri Mulyani saat Ungkap Barang Selundupan Senilai Rp480 M!

Trump Sebut Mesir dan Yordania akan Tampung Warga Gaza

Dilansir dari Times of Israel, Trump pernah menegaskan Mesir dan Yordania akan mematuhi rencana relokasi warga Gaza meskipun dua negara Timur Tengah itu telah berulang kali menolak.

"Mereka akan melakukannya. Mereka akan melakukannya. Mereka akan melakukannya, Oke?" tegas Trump dalam kesempatan berbeda di Washington, DC, pada 30 Januari 2025 lalu.

Baca Juga: Budi Gunawan Bongkar Kasus Penyelundupan Terbaru Senilai Rp480 M, 18 Perusahaan dan 35 Kelompok Jadi Sasaran Penyelidikan

Di sisi lain, Trump berseloroh AS telah banyak membantu Mesir dan Yordania, sehingga menilai timbal balik bantuan itu bisa dilakukan dua negara tersebut.

"Kami telah melakukan banyak hal untuk mereka (Mesir dan Yordania), dan mereka akan melakukannya," tandasnya.

Halaman:

Tags

Terkini