AHY menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan anggaran sebesar Rp48,8 triliun untuk periode 2025-2029.
Anggaran ini akan digunakan secara bertahap sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.
"Setelah menyelesaikan pembangunan Istana Negara dan Istana Garuda, fokus kini beralih ke pembangunan kawasan serta fasilitas legislatif dan yudikatif," jelas AHY.
Kepastian Anggaran di Tengah Instruksi Efisiensi
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa anggaran pembangunan IKN di Kalimantan Timur tidak mengalami pemangkasan.
Pernyataan ini ia sampaikan sebagai respons terhadap pemangkasan anggaran OIKN tahun 2025 akibat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD
Menurut Basuki, rapat terakhir terkait pembangunan IKN di Istana Kepresidenan telah dilakukan setelah Inpres tersebut diterbitkan.
"Kalau tentang anggaran, tadi juga kami sampaikan pada Beliau (Presiden Prabowo Subianto), kebetulan ada Mensesneg, dijawab bahwa itu agar segera disesuaikan," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin 3 Februari 2025.
Ia juga menjelaskan bahwa Inpres Nomor 1 Tahun 2025 dibuat sebelum rapat terbatas (ratas) IKN pada 21 Januari, sehingga penyesuaian anggaran masih dimungkinkan.
Proses Penyesuaian Anggaran OIKN
Sebagai langkah selanjutnya, OIKN akan bersurat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk memastikan penyesuaian anggaran.
Basuki menyebutkan bahwa sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025, OIKN mendapat alokasi dana sebesar Rp6,39 triliun.