news

Kemendiktisaintek Kembangkan Riset MBG yang Masih Pakai Produk Impor, Sebut akan Gandeng Industri di Desasa

Sabtu, 15 Februari 2025 | 10:35 WIB
Suasana di SDN Jati 05 Pagi, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin 3 Februari 2025 saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan bersama para siswa. (x.com/setkabgoid)

Selain itu, perguruan tinggi juga akan berperan dalam pengembangan pertanian guna memastikan ketersediaan pangan.

"Jadi fungsi dari kampus adalah meningkatkan pendampingan, baik di bidang pertanian maupun perkebunan, sehingga solusi yang dibuat secara lokal bisa mengatasi masalah distribusi di desa-desa," tambahnya.

Industrialisasi Desa untuk Mendukung Program MBG

Baca Juga: Sebut akan Ada Efek Buruk Jika Kemonya Terus Berlanjut, Vidi Aldiano Ungkap Kegelisahan Ini di Media Sosial

Kemendikti Saintek telah menjajaki kerja sama dengan Sekretariat Wakil Presiden dalam upaya melakukan industrialisasi desa. 

Salah satu fokus riset dalam program ini adalah pengembangan alat penyimpanan dan pengolahan makanan untuk mendukung MBG.

"Jadi di industrialisasi desa ini, karena dari program MBG ini kan sebetulnya membutuhkan alat-alat untuk penyimpanan makanan dan juga pengolahan makanan. Ini juga sangat penting karena biasanya alat-alat ini kita supply dari luar negeri," kata Fauzan.

Baca Juga: Banding-banding Spek Mobil Listrik Togg T10X Hadiah Erdogan ke Prabowo vs Garuda Limousine Kendaraan Dinas Pejabat RI

Untuk mempercepat inovasi ini, Kemendikti Saintek juga akan mendorong perguruan tinggi vokasi agar berperan dalam program MBG. 

Perguruan tinggi vokasi akan menjalin kerja sama dengan UMKM dalam membantu memasok kebutuhan program MBG.

"Jadi supaya bisa dikembangkan kerja sama antara perguruan tinggi, perguruan tinggi vokasi dengan UMKM," ucapnya tegas.

Baca Juga: Kini Dapat Vonis Berat, Intip Momen Harvey Moeis hingga Helena Lim yang Pernah Bikin Heboh di Persidangan Skandal Korupsi PT Timah

"Jadi UMKM kita tingkatkan nilai tambahnya supaya nanti bisa menghasilkan alat-alat yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan," pungkasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini