Posting Video Proses Memasak untuk Mengontrol Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN: Supaya Jadi Kontrol Bersama

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Sabtu, 1 Maret 2025 | 19:35 WIB
Kepala BGN menyarankan SPPG dan Mitra MBG untuk mengunggah video proses memasak Makan Bergizi Gratis. (Instagram/kantorstafpresidenri)
Kepala BGN menyarankan SPPG dan Mitra MBG untuk mengunggah video proses memasak Makan Bergizi Gratis. (Instagram/kantorstafpresidenri)

NARASIDATA.COM - Beberapa waktu terakhir ramai jadi perbincangan mengenai para siswa sekolah yang mengalami keracunan makanan dari MBG.

Menanggapi maraknya kasus siswa keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis ini, Badan Gizi Nasional pun telah buka suara.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan jika penyebab keracunan adalah kurangnya pengalaman dari mitra MBG yang masih baru.

Baca Juga: Meski Negara Bertetangga Dekat, Awal Ramadhan Indonesia Berbeda dengan Brunei dan Malaysia

“Rata-rata yang muncul di berita terakhir ini adalah semua satuan pelayanan yang baru melaksanakan,” ujar Dadan Kompleks Akademi Militer, Magelang pada Kamis, 27 Februari 2025.

“Yang baru-baru, yang lama-lama sudah tidak. Kenapa? Karena sudah terbiasa,” imbuhnya.

Memasak dalam porsi besar untuk mitra MBG yang masih baru tersebut, menurut Dadan bisa berpengaruh pada tingkat kematangan masih kurang dan menyebabkan keracunan.

Baca Juga: Alasan Pengumuman Hasil Sidang Isbat Awal Ramadhan Telat 40 Menit Setelah Masuk Waktu Isya, Menteri Agama Ungkap Menunggu Hasil Pantauan Hilal di Aceh

Solusi BGN Mengontrol Proses Memasak MBG: Upload ke Sosmed

Pada kesempatan yang sama, Dadan juga memberikan solusi kepada satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dan mitra untuk mengontrol kasus keracunan ini.

Solusi yang diucapkan Kepala BGN ini adalah dengan membuat video dan menguggahnya di sosial media saat proses memasak dilakukan.

Baca Juga: Bermula Perusahaan Tradisional di Solo hingga Bikin Produk Global, Kini Sritex PHK Ribuan Karyawan dan Dinyatakan Pailit

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi dalam pengolahan makanan MBG yang akan diberikan kepada para penerima manfaat.

“Mulai dari IG dan Facebook, dan mereka wajib meng-upload apa yang dimasak hari itu, supaya menjadi kontrol bersama,” ujar Dadan.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X