Sementara perjalanan ke Jepang yang ia lakukan bertepatan dengan cuti bersama Hari Raya Idulfitri.
"Saya yang salah, karena berasumsi. Seharusnya (saya) baca lebih detail," ungkapnya dengan nada penyesalan.
Lucky menjelaskan bahwa keberangkatannya ke Jepang dilakukan dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri.
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Tarif Resiprokal Donald Trump Tak Masuk Akal: Semua Ekonom Tak Bisa Memahami
Ia memandang masa libur tersebut sebagai kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, karena aktivitas pemerintahan di lingkungan pendopo saat itu juga sedang berhenti.
"Di kantor sudah tidak ada orang, kecuali aspri saya pribadi yang memang tidak dibiayai oleh negara. Dari situlah asumsi saya keluar, kantor tutup, gak ada orang. Ini hari cuti bersama. Saya pergi dan saya pulang sebelum kantor buka, ternyata itu salah. Itu sebabnya saya minta maaf," katanya lagi.
Dalam penjelasannya, Lucky juga berkali-kali menekankan bahwa kekeliruan terjadi sepenuhnya karena kelalaiannya dalam memahami aturan secara menyeluruh.
Baca Juga: Merespon Aksi Demo yang Marak Beberapa Waktu Terakhir, Prabowo: Demo Itu Murni atau Ada yang Bayar?
Dengan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, Lucky Hakim berharap polemik ini tidak berkepanjangan dan dapat menjadi momentum perbaikan ke depan.***