Tak Hanya Jemaah Haji Reguler, Rombongan Jemaah Haji Khusus dari Indonesia Mulai Tiba di Makkah

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Rabu, 14 Mei 2025 | 19:34 WIB
Foto ilustrasi jemaah haji sedang beribadah di depan Ka’bah - kedatangan jemaah haji khusus dari Indonesia. (Unsplash/Ishan @seefromthesky)
Foto ilustrasi jemaah haji sedang beribadah di depan Ka’bah - kedatangan jemaah haji khusus dari Indonesia. (Unsplash/Ishan @seefromthesky)

NARASIDATA.COM - Jemaah haji yang berasal dari Indonesia mulai tiba di Tanah Suci untuk menjalankan ibadah rukun Islam ke-5.

Tak hanya jemaah reguler, 41 jemaah haji khusus dari dua Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) konsorsium juga telah tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah pada Selasa, 13 Mei 2025.

Untuk jemaah haji khusus ini, pelayanannya akan dilakukan oleh PIHK, sedangkan pemerintah hanya memberi pengawasan pada pelaksanaannya.

Baca Juga: Cerita Richard Lee Ditipu Bayar Rp10 Juta ke Aldy Maldini, Pernah Ditagih Balik namun Berkelit

“Berbeda dengan jemaah haji reguler yang seluruh layanannya disiapkan oleh pemerintah, jemaah haji khusus dilayani oleh PIHK,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir dalam keterangannya, dikutip pada Rabu, 14 Mei 2025.

Karena untuk jemaah khusus dan PIHK, ada kontrak yang harus ditaati, sehingga peran pemerintah mengawasi apakah pelayanan yang diberikan sudah sesuai dengan kontrak.

“Tugas kami adalah memastikan seluruh layanan tersebut sesuai kontrak dan hak-hak jemaah terpenuhi,” imbuhnya.

Baca Juga: Kemenkes Kembangkan AI untuk Diagnosis dan Terapi Kanker, Diklaim Bisa Bantu Mengurangi Biaya Pengobatan Pasien

“Nanti tim dari  PIHK akan memastikan apakah bus yang digunakan sesuai standar, apakah hotelnya sesuai perjanjian, termasuk layanan saat puncak haji,” jelasnya lagi.

Mengenai jadwal keberangkatan, Abdul Basir mengungkapkan bahwa jemaah haji khusus bisa mengatur keberangkatan dan kepulangannya sendiri.

Pasalnya, tak ada jadwal keberangkatan pasti yang ditetapkan seperti haji reguler yang sepenuhnya diatur oleh pemerintah.

Baca Juga: Investigasi TNI AD Pasca Insiden Ledakan Amunisi di Garut yang Menewaskan Prajurit hingga Warga Sipil

“Mereka (jemaah haji khusus) ada yang datang di awal, pertengahan, dan ada juga yang datang menjelang wukuf,” terang Abdul Basir.

“Jadwalnya fleksibel, menggunakan penerbangan reguler tapi kami tetap mengawasi dari kedatangan sampai kepulangan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X