Beda Gaya Dedi Mulyadi vs Pramono Atasi Kenakalan Remaja: Banding Program Panca Waluya dan Manggarai Bersholawat

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 22 Mei 2025 | 17:40 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri). (Instagram.com / @dedimulyadi71 - @pramonoanungw)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri). (Instagram.com / @dedimulyadi71 - @pramonoanungw)

NARASIDATA.COM - Sedang hangat diperbincangkan sebagian publik Tanah Air, terkait upaya pemerintah daerah di Jawa Barat (Jabar) dan DKI Jakarta untuk mengatasi kenakalan remaja.

Sebelumnya diketahui, maraknya tawuran yang melibatkan para remaja yang berasal dari kalangan pelajar menjadi persoalan di tengah masyarakat.

Terkini, dua sosok pemimpin daerah pun mencuat ke permukaan, yakni Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan Pramono Anung selaku Gubernur DKI Jakarta yang masing-masing memiliki pendekatan tersendiri untuk mengatasi persoalan tersebut. 

Baca Juga: Soal Usulan KPK Parpol Dijatah APBN untuk Menekan Tindakan Korupsi, Istana: Bisa Didiskusikan

Lantas, bagaimana perbedaan gaya pendekatan Dedi Mulyadi dan Pramono Anung untuk mengatasi kenakalan remaja di daerah kekuasaannya? Berikut ini ulasan selengkapnya.

1. Panca Waluya ala Dedi Mulyadi

Di Tanah Jabar, Dedi telah meluncurkan pendekatan dalam dunia pendidikan melalui konsep Panca Waluya. 

Baca Juga: Kenali Stroke Hemoragik yang Terjadi karena Ada Pendarahan pada Otak, Begini Penyebab dan Gejalanya

Gagasan sang Gubernur Jawa Barat itu bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik menjadi pribadi yang lebih baik.

Salah satu yang menarik perhatian dari program itu terkait pembinaan khusus bagi siswa bermasalah, seperti terlibat tawuran, kecanduan game online, hingga balapan liar, dikirimkan ke barak milik TNI.

Terkini, sebanyak 273 siswa telah dipulangkan usai menjalani 18 hari pendidikan karakter di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung, pada Selasa, 20 Mei 2025.

Baca Juga: Lesti Kejora Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Pelanggaran Hak Cipta, Begini Kronologi dan Ancaman Hukumannya

Dedi pun sempat menyinggung suara negatif dalam momen pidato di hadapan para siswa yang telah mendapatkan pendidikan karakter dari program Panca Waluya.

"Jadi membangun hubungan negara dengan rakyat itu dengan rasa, bukan urusan administrasi kewilayahan. Banyak orang meragukan, akhirnya waktu yang menjawab," ujar Dedi di Gedung Sate, Bandung, pada Selasa, 20 Mei 2025.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X